Inpago 13 Fortiz Solusi Padi Tahan Kekeringan Kaya Zinc

  • 08 Jul 2026 09:13 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID Kendari - Perubahan iklim yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara, berkurangnya curah hujan, serta semakin terbatasnya ketersediaan air menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian di Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas tanaman, bahkan meningkatkan risiko gagal panen di berbagai daerah, terutama pada lahan kering.

Sebagai upaya menghadapi tantangan tersebut, penggunaan benih unggul menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga produktivitas pertanian. Salah satu varietas yang dikembangkan khusus untuk lahan kering adalah Inpago 13 Fortiz, varietas padi gogo yang dirancang agar mampu beradaptasi pada kondisi minim air.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam materi sosialisasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Rabu, 8 Juli 2026 menyebutkan Inpago 13 Fortiz memiliki kemampuan bertahan pada kondisi kekeringan sehingga tetap mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik meskipun ketersediaan air terbatas. Keunggulan tersebut menjadikan varietas ini sebagai salah satu alternatif bagi petani yang mengelola lahan tadah hujan maupun lahan kering.

Selain memiliki daya tahan terhadap kekeringan, Inpago 13 Fortiz juga menawarkan produktivitas yang tinggi. Varietas ini memiliki potensi hasil panen mencapai 8,11 ton per hektare dengan umur panen sekitar 114 hari, sehingga dinilai mampu memberikan hasil yang optimal apabila dibudidayakan sesuai dengan rekomendasi teknis.

Keunggulan lainnya adalah kandungan gizi yang dimiliki. Inpago 13 Fortiz diketahui mengandung Zinc (Zn) sekitar 34 ppm serta protein yang cukup tinggi. Kandungan zinc berperan penting dalam mendukung kualitas gizi masyarakat karena merupakan salah satu mikronutrien yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang pertumbuhan, daya tahan tubuh, dan kesehatan secara umum.

Melalui pengembangan varietas unggul seperti Inpago 13 Fortiz, pemerintah berharap petani dapat lebih siap menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Pemanfaatan benih unggul yang tahan terhadap cekaman kekeringan diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi padi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Ke depan, inovasi varietas padi adaptif dipandang menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan memadukan benih unggul, penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta pengelolaan sumber daya air secara efisien, sektor pertanian Indonesia diharapkan tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....