Budaya Pilah Sampah Harus Masuk Kurikulum PAUD
- 06 Jul 2026 13:18 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Budaya memilah sampah diusulkan masuk kurikulum pendidikan sejak jenjang PAUD dan TK. Usulan ini disampaikan dalam siaran Green Radio RRI Pro 1 Makassar, Minggu, 5 Juli 2026.
Head of Strategic Communication Plasticpay, Imam Pesuwaryantoro, menjelaskan tiga kunci pembentukan budaya pilah sampah. Ketiganya adalah kurikulum, regulasi, serta reward and punishment.
Ia mencontohkan Jepang sebagai negara yang berhasil menjadikan pilah sampah sebagai kebiasaan warganya. Kebiasaan itu terbentuk karena diajarkan sejak usia dini melalui pendidikan formal.
"Kurikulum kita belum menyentuh level PAUD dan TK tentang budaya pilah sampah," kata Imam Pesuwaryantoro, dalam siaran Green Radio RRI Pro 1 Makassar.
Ia berharap Kementerian Pendidikan menyusun peta jalan kurikulum pilah sampah untuk jenjang usia dini. Pengenalan sejak kecil dinilai membentuk kesadaran memilah sampah organik, anorganik, residu, dan bahan berbahaya.
Selain kurikulum, Imam menyoroti perlunya penegakan aturan yang lebih tegas. Ia menyebut regulasi persampahan sudah ada sejak tahun dua ribuan, namun penegakannya masih lemah.
"Penegakan hukum ini yang memang sampai sekarang agak lemah," ujar Imam.
Ia juga mengusulkan insentif bagi warga yang berhasil memilah sampah dari rumah. Salah satu bentuknya berupa pembebasan biaya retribusi sampah bagi rumah tangga yang telah mengelola sampahnya sendiri.
Imam menegaskan ketiga faktor tersebut harus berjalan beriringan agar budaya pilah sampah benar-benar terbentuk. Kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, dan media dinilai menjadi kunci keberhasilannya.
"Kita perlu berkoordinasi dengan Academics (Akademisi), Business (Bisnis), Government (Pemerintah), Community (Komunitas), dan Media (ABGCM)," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....