Daur Ulang Plastik di Indonesia Baru Capai Sepuluh Persen

  • 06 Jul 2026 12:40 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Tingkat daur ulang sampah plastik nasional baru mencapai sepuluh persen dari total volume sampah yang dihasilkan. Kondisi ini diungkapkan dalam siaran Green Radio RRI Pro 1 Makassar, Minggu, 5 Juli 2026. Head of Strategic Communication Plasticpay, Imam Pesuwaryantoro, menjadi narasumber dalam dialog tersebut.

Ia memaparkan data terbaru mengenai kondisi persampahan di Indonesia. Menurutnya, lebih dari tujuh puluh persen sampah tidak terpilah sejak dari sumbernya.

Fasilitas pemilahan sampah yang terintegrasi di tingkat RT, RW, hingga kelurahan pun masih minim. "Tujuh puluh persen lebih sisanya itu tidak terpilah dari sumber," kata Imam Pesuwaryantoro, dalam siaran Green Radio RRI Pro 1 Makassar.

Ia mengingatkan bahwa tempat pemrosesan akhir atau TPA di berbagai daerah sudah dalam kondisi kritis. Sampah dari Jakarta yang masuk ke TPA Bantar Gebang, Bekasi, disebutnya mencapai ribuan ton per hari.

Ia mencontohkan tragedi ledakan gas metana di TPA Leuwigajah, Bandung, pada 2005 sebagai peringatan. Ledakan itu terjadi akibat sampah yang tercampur tanpa pemilahan dari sumber.

"Jangan sampai TPA lainnya yang ada di Makassar, di Sulawesi, di Papua bisa meledak karena gas metan," ujar Imam.

Pemerintah Kota Makassar disebut juga telah mengeluarkan peringatan status darurat sampah. Kapasitas tempat pembuangan di Makassar disebut sudah hampir penuh.

Imam menegaskan solusi persoalan ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut program waste to energy melalui Danantara sebagai salah satu respons pemerintah atas kondisi darurat tersebut.

"Kami mengajak masyarakat untuk melakukan budaya pilah sampah," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....