Perayaan Waisak di Bone Jadi Momentum Perkuat Moderasi Beragama

  • 29 Jun 2026 13:54 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Bone - Perayaan Gema Raya Sannipata Trisuci Waisak Puja 2570 BE/2026 di Vihara Dharma Palakka, Watampone, Kabupaten Bone, Minggu 28 Juni 2026 menjadi momentum memperkuat kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Selain diwarnai ibadah penuh khidmat, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peresmian Aula Graha Saloka Sabha serta penyerahan Surat Keputusan (SK) Izin Operasional Sekolah Minggu Buddha (SMB) sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap layanan pendidikan keagamaan.

Ratusan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri perayaan tersebut bersama para Bhikkhu Sangha Theravada Indonesia, Bhikkhu tradisi Mahayana, unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai provinsi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, yang hadir dalam kegiatan itu menyerahkan langsung SK Izin Operasional Sekolah Minggu Buddha Vihara Dharma Palakka kepada Ketua Dayaka Sabha.

Menurut Ali Yafid, penyerahan izin operasional tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan pelayanan keagamaan yang setara bagi seluruh umat beragama. "Kementerian Agama hadir untuk memastikan seluruh umat beragama memperoleh layanan yang adil dan berkualitas. Penyerahan izin operasional Sekolah Minggu Buddha ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memperkuat pembinaan pendidikan keagamaan Buddha sekaligus menjaga keharmonisan dan kerukunan yang menjadi kekuatan Sulawesi Selatan," ujarnya.

Ia menilai pelaksanaan Waisak di Bone menjadi gambaran nyata bahwa moderasi beragama telah tumbuh sebagai budaya masyarakat, bukan sekadar slogan. "Perayaan Waisak ini menunjukkan bahwa toleransi di Sulawesi Selatan bukan sekadar slogan, tetapi telah menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat. Semoga Aula Graha Saloka Sabha menjadi pusat pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, dan ruang kolaborasi dalam membangun kehidupan yang damai dan saling menghormati," tambahnya.

Ketua Panitia, Eveline Caroline Sanger, mengatakan perayaan Waisak tahun ini bukan hanya menjadi peringatan hari besar keagamaan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan lintas umat serta memperkokoh komitmen membangun kehidupan yang harmonis. Ia menjelaskan Aula Graha Saloka Sabha dibangun secara swadaya melalui semangat gotong royong umat dan diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, serta kemasyarakatan.

Dalam Dhammadesana, Bhikkhu Dhammasubho Mahathera mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bone terhadap kehidupan beragama. Menurutnya, nilai utama Waisak adalah menumbuhkan cinta kasih, kebijaksanaan, penghormatan terhadap kehidupan, dan kedamaian yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

"Kita tidak mengedepankan mayoritas atau minoritas. Semua masyarakat Bone memiliki hak yang sama untuk hidup, beribadah, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah," tegasnya.

Pesan serupa juga disampaikan Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, melalui tayangan video. Ia mengajak umat Buddha menjadikan Waisak sebagai momentum memperkuat cinta kasih, pengendalian diri, dan kebijaksanaan agar kerukunan bangsa terus terjaga.

Perayaan ditutup dengan penampilan seni budaya dari berbagai vihara di Sulawesi Selatan yang semakin memperkuat pesan persaudaraan dalam keberagaman. Gema Raya Sannipata Trisuci Waisak Puja 2570 BE/2026 pun menjadi bukti bahwa sinergi pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat mampu menjaga harmoni serta memperkokoh moderasi beragama di Sulawesi Selatan.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....