Keutamaan dan Esensi Bulan Muharram
- 11 Jun 2026 06:03 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat diutamakan dan dimuliakan oleh Allah SWT di antara bulan-bulan lainnya. Ketua Umum FKSP, Achmad Robani Albar, S.H., M.H., dalam Dialog bersama Pro 1 RRI Semarang menjelaskan dari dua belas bulan yang diciptakan Allah, terdapat empat bulan yang menyandang status muhamar atau disucikan.
"Ada bulan-bulan yang diutamakan yaitu di antaranya Rejab, Ruwah, Puasa, dan satu sendiri yang terpisah dari tiga itu yaitu bulan Muharram," ujar Achmad Robani Albar. (11/06/2026)
Secara historis, bulan Muharram lekat dengan peristiwa besar yang mengubah jalannya sejarah peradaban Islam di dunia. Momen ini menandai hijrahnya Rasulullah SAW bersama para pengikutnya dari kota Mekah menuju Madinah demi menyelamatkan diri dari kekejaman kaum Quraisy.
"Kita umat muslim pasti tahu ada peristiwa besar yaitu hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah," tambahnya.
Bagi masyarakat di tanah Jawa, bulan Muharram atau yang lebih dikenal dengan bulan Suro sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos dan kegiatan ritual. Banyak tradisi yang dianggap sakral oleh sebagian masyarakat, mulai dari membersihkan pusaka hingga melakukan tapa demi mengharap keberkahan tertentu.
Kendati terdapat berbagai mitos lokal yang berkembang di masyarakat, Islam sendiri memiliki pandangan dan ajaran tersendiri dalam menyambut bulan ini. Alih-alih melakukan ritual mistis, umat Muslim justru dianjurkan untuk memperbanyak amalan yang bersifat vertikal kepada sang pencipta.
"Namun bulan Muharram sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW itu disuruh memperbanyak membaca istighfar," tegas Achmad Robani Albar.
Anjuran untuk memperbanyak istighfar ini bukan tanpa alasan, sebab Muharram menjadi saksi sejarah diterimanya taubat para nabi terdahulu. Salah satu peristiwa agung yang terjadi pada tanggal 10 Muharram adalah momen ketika Allah SWT mengampuni dosa Nabi Adam AS.
"Kenapa kok istighfar? Karena banyak sekali peristiwa-peristiwa yang terjadi di bulan Muharram atau bulan Suro itu yaitu di antaranya taubatnya Nabi Adam diterima oleh Allah SWT," urainya.
Selain kisah Nabi Adam AS, bulan suci ini juga dipenuhi dengan mukjizat keselamatan bagi para utusan Allah lainnya dari berbagai marabahaya. Kisah-kisah heroik seperti selamatnya Nabi Ibrahim AS dari kobaran api Raja Firaun dan bertahannya Nabi Nuh AS dari banjir bandang juga terjadi di bulan ini.
Oleh sebab itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk meneladani kepasrahan para nabi dengan melantunkan doa taubat yang tulus selama bulan Muharram. Salah satu doa yang paling utama untuk dibaca adalah doa Nabi Adam AS yang memohon ampunan agar tidak termasuk golongan orang yang merugi.
" Robbana dholamna anfusana wa illam taghfir lana wa tarhamna lana kuunanna minal khosirin," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....