Safrizal Turun Tangan, Huntara Rusak di Langkahan Dikebut 7 Hari
- 08 Jun 2026 18:32 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Pemerintah bergerak cepat merespons kerusakan puluhan hunian sementara (Huntara) yang diterjang angin kencang di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Safrizal ZA, turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses penanganan berjalan tanpa hambatan.
Didampingi Bupati Aceh Utara, Safrizal meninjau satu per satu Huntara yang mengalami kerusakan sekaligus berdialog dengan warga terdampak. Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat menghadapi dampak bencana sendirian.
Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Langkahan pada Selasa pekan lalu menyebabkan kerusakan cukup signifikan pada sejumlah Huntara yang selama ini menjadi tempat tinggal warga korban bencana. Data sementara mencatat 36 unit Huntara Rumoh Rayeuk mengalami kerusakan, disusul lima unit Huntara Desa Langkahan, tujuh unit Huntara Bukit Linteung, serta 10 unit Huntara Geudumbak.
Kondisi semakin berat ketika angin kencang kembali melanda wilayah tersebut pada Kamis pekan lalu, mengakibatkan kerusakan tambahan terutama di kawasan Bukit Linteung dan Geudumbak. Pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan secara menyeluruh.
Kepada RRI, Safrizal mengungkapkan, langkah cepat dilakukan segera setelah laporan diterima dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Koordinasi lintas kementerian langsung dilakukan guna mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat terdampak.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian. Begitu laporan kami terima dari Bupati Aceh Utara, kami langsung berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum agar langkah penanganan dapat segera dilakukan,” ujar Safrizal. Senin 8 Juni 2026.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, perbaikan Huntara yang rusak ditargetkan rampung dalam waktu tujuh hari. Dengan percepatan tersebut, warga diharapkan dapat kembali menempati hunian yang aman dan nyaman tanpa harus berlama-lama berada dalam kondisi darurat.
“Perbaikan akan dipercepat. Target kita dalam tujuh hari seluruh kerusakan utama sudah dapat ditangani sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan tenang,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada perbaikan fisik bangunan, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa paket peralatan dapur kepada keluarga penghuni Huntara sebagai upaya membantu kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan berlangsung.
Menurut Safrizal, keselamatan dan kenyamanan warga tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah rehabilitasi yang dilakukan. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
“Keselamatan dan kenyamanan warga menjadi prioritas. Pemerintah akan terus hadir memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” pungkasnya.
Di tengah terpaan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, kehadiran pemerintah di lokasi menjadi harapan baru bagi warga Langkahan. Bukan hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan optimisme masyarakat untuk bangkit kembali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....