Karier Cemerlang dan Mandiri Alasan Perempuan Lebih Selektif Soal Pernikahan

  • 19 Mei 2026 09:26 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A-Dalduk KB) Sulawesi Selatan melihat dinamika kehidupan perempuan modern saat ini mengalami transformasi yang sangat pesat. Posisi perempuan kini berhasil menduduki posisi strategis di berbagai sektor publik, mulai dari pemerintahan, pendidikan, hingga lingkungan sosial.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang PPPA DP3A-Dalduk KB Sulawesi Selatan, Meisy Papayungan kepada RRI melalui program dialog di Pro 1 RRI Makassar dengan topik "Perempuan Masa Kini : Karier, Kemandirian, dan Ketakutan Terhadap Pernikahan" Senin, 19 Mei 2026. Menurutnya, Kemajuan tersebut mencerminkan keberhasilan keterbukaan akses dan emansipasi dari generasi ke generasi.

"Kalau ditanyakan bagaimana kita melihat posisi perempuan saat ini, tentu saja banyak hal kemajuan yang dicapai ya, baik di sektor publik maupun di privat," ujar Meisy Papayungan.

Meski demikian lanjut Meisy, fenomena kemandirian finansial dan kemapanan karier ini memunculkan gambaran baru dalam cara pandang perempuan terhadap pernikahan. Dikatakan, banyak perempuan mandiri kini memiliki pertimbangan lebih matang, bahkan cenderung selektif memutuskan untuk membina rumah tangga

Meisy Papayungan menambahkan bahwa, esensi dari pengarusutamaan gender di dalam keluarga, tidak adanya pembagian kerja kaku yang memberatkan salah satu pihak. "Kalau kesetaraan gender kita bicara soal bagaimana membagi peran tugas-tugas dengan setara dan tidak membebankan satu pihak, intinya dari komitmen dan kesepakatan. Sekarang banyak istri yang bekerja kantoran dan suaminya usaha mandiri, tapi bukan berarti tidak menghasilkan penghasilan," tambah Meisy.

Sementara itu, Penghulu Ahli Madya, Ahmad Jazil menilai bahwa, realitas perempuan saat ini sudah jauh berbeda secara kualitas jika dibandingkan dengan masa lalu. "Perempuan sekarang ini sudah jauh beda dengan perempuan yang masa lalu, dengan adanya emansipasi wanita tentu perempuan mampu berperan dalam bidang mana saja, termasuk dalam hal manajerial. Namun dalam kaitan pekerjaan, peran laki-laki bisa saja dilakoni oleh perempuan, sehingga dalam pernikahan itu yang ada adalah kerja sama," jelas Ahmad Jazil.

Diungkapkan, pergeseran peran tersebut menuntut adanya perubahan konsep antara suami dan istri di era modern. Ia menilai, konstruksi sosial masa lalu membatasi perempuan hanya pada urusan rumah tangga namun kini mulai bergeser seiring meningkatnya tingkat pendidikan perempuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....