UMKM Wajib Digitalisasi, Owner Kinays Kitchen Berbagi Pengalaman

  • 10 Mei 2026 15:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Digitalisasi kini menjadi kebutuhan utama dalam dunia usaha atau UMKM, termasuk dalam kegiatan promosi dan penjualan. Dalam era saat ini, pelaku UMKM dituntut untuk mampu memanfaatkan berbagai platform digital agar produk mereka dapat dikenal lebih luas. Tanpa promosi melalui media digital, sulit bagi suatu produk untuk dikenal oleh masyarakat secara optimal.

Menurut Ayuni Nur Fitrah yang merupakan Owner Kinays Kitchen dalam Obrolan Teras UMKM Pro4 RRI Makassar pada hari Sabtu, 09 Mei 2026, mengatakan, dalam praktiknya, Ia memanfaatkan berbagai kanal digital seperti marketplace dan aplikasi layanan pesan antar, beberapa di antaranya adalah Shopee, serta layanan seperti Gojek dan Grab melalui fitur GrabFood. Melalui platform-platform tersebut, promosi dan penjualan dapat dilakukan secara lebih luas dan efisien di tengah perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari.

“Titik balik dalam penerapan digitalisasi terjadi ketika mulai melakukan evaluasi terhadap hasil penjualan harian, mingguan, hingga bulanan. Dari pengalaman pernah menemukan adanya kerugian yang cukup besar karena pencatatan masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi secara digital”, terang Ayu.

Ayu menambahkan kondisi tersebut kemudian mendorong dirinya melakukan perubahan ke arah sistem digital agar seluruh transaksi dapat tercatat dengan lebih rapi dan akurat serta proses penjualan mulai diarahkan melalui sistem digital, misalnya dengan memanfaatkan Google Bisnis, pemesanan melalui WhatsApp Business, serta pencatatan data menggunakan Google Sheets. Seluruh proses ini membantu ia dalam memantau transaksi dan memudahkan pengelolaan data penjualan secara lebih sistematis.

Lebih lanjut Ayu menambahkan proses pembelajaran digital ini dilakukannya secara mandiri atau autodidak dan berusaha belajar secara langsung melalui praktik, tanpa pendidikan formal khusus di bidang digitalisasi. Walaupun demikian, Ia tetap membangun pemahaman mengenai digitalisasi secara bertahap melalui pengalaman dan bantuan dari lingkungan sekitar yang lebih memahami sistem digital.

“Contoh dalam hal pengelolaan keuangan, terdapat tantangan tersendiri karena kurangnya ketertarikan terhadap angka dan perhitungan. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang baginya untuk terus belajar dan tetap berupaya memahami manajemen keuangan baik secara mandiri maupun melalui bantuan orang lain yang lebih memahami sistem digital keuangan”, ucap Ayu.

Dari sisi kompetisi, penggunaan teknologi digital dianggap sangat penting bagi UMKM. Tanpa adaptasi terhadap perkembangan teknologi, pelaku UMKM akan tertinggal karena informasi dan inovasi terus berkembang dengan cepat. Digitalisasi tidak hanya membantu dalam aspek bisnis, tetapi juga dalam pengembangan pengetahuan dan peningkatan kualitas UMKM. Oleh karena itu, perubahan kebiasaan menjadi langkah penting dalam proses digitalisasi. Pendampingan dan pembelajaran berulang sangat dibutuhkan, terutama bagi pelaku UMKM yang baru beradaptasi dengan teknologi digital dalam operasional sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....