Satpel Betoambari Catat Kelapa Biji Dominasi Ekspor Domestik

  • 04 Mei 2026 09:08 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Lalu lintas komoditas tumbuhan domestik keluar di wilayah kerja Balai Karantina Ikan, Tumbuhan, dan Hewan Sulawesi Tenggara Satuan Pelayanan (Satpel) Betoambari menunjukkan tren positif dengan volume mencapai ribuan ton sepanjang tahun.

Kepala Satpel Betoambari, Wahyudi mengungkapkan, data tahun 2025 yang diakumulasi setiap triwulan mencatat lima komoditas unggulan dengan nilai transaksi signifikan. Komoditas kelapa biji menjadi yang tertinggi dengan volume mencapai 3.587 ton dan nilai transaksi sekitar Rp15,2 miliar.

Di posisi kedua, komoditas kopra mencatat volume 2.062 ton dengan nilai transaksi mencapai Rp23,63 miliar. Sementara itu, kemiri berada di urutan ketiga dengan volume 552 ton dan nilai transaksi Rp3,85 miliar.

Selanjutnya, kacang mete menempati posisi keempat dengan volume sekitar 491 ton dan nilai transaksi mencapai Rp31,6 miliar. Adapun kacang mete biji berada di urutan kelima dengan volume 367 ton dan nilai transaksi sekitar Rp6 miliar.

“Komoditas kelapa biji paling tinggi lalu lintasnya, sumbernya dari berbagai daerah di kepulauan Buton dan paling banyak dari buton utara,”jelasnya Rabu 29 April 2026.

Wahyudi menegaskan, tingginya lalu lintas komoditas ini menunjukkan potensi besar sektor perkebunan di wilayah Baubau dan sekitarnya dalam mendukung perekonomian daerah.

Selain itu, pihaknya terus memastikan setiap komoditas yang keluar telah melalui prosedur karantina guna menjamin kualitas dan keamanan, sekaligus menjaga kepercayaan pasar.

“Pengawasan karantina menjadi kunci agar komoditas yang diperdagangkan tetap memenuhi standar dan memiliki daya saing,”tambahnya.

Dengan capaian tersebut, Satpel Betoambari optimistis arus perdagangan komoditas tumbuhan domestik akan terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi region.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....