Antisipasi El Nino, Ketersediaan Air Jadi Kunci Ketahanan Pangan
- 28 Apr 2026 17:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID Semarang- Ancaman fenomena El Nino yang diprediksi terjadi mulai April hingga Mei menjadi perhatian serius sektor pertanian. Ketersediaan air disebut sebagai faktor kunci dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah dengan ketergantungan tinggi terhadap irigasi.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, De Francisco Da Silva Tavares, menegaskan, El Nino selalu menjadi tantangan utama bagi petani. “Air menjadi syarat utama bagi petani untuk bisa melakukan penanaman, khususnya padi, sehingga pengelolaan air harus direncanakan dengan baik,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Selasa, 28 April 2026.
Menurutnya, potensi kekeringan akibat El Nino dapat mengganggu produktivitas pertanian, terutama di daerah yang sulit menjangkau sumber air. Wilayah dengan jaringan irigasi terbatas menjadi prioritas perhatian agar distribusi air tetap terjaga hingga ke lahan pertanian.
Ia menjelaskan, Jawa Tengah memiliki lima wilayah sungai besar yang menjadi sumber utama pengairan. Namun, tantangan utama terletak pada distribusi air dari jaringan irigasi primer hingga tersier agar dapat menjangkau seluruh lahan pertanian.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan air yang masih tersedia di awal musim kemarau. Selain itu, berbagai langkah seperti pompanisasi dan perpipaan dilakukan untuk menyalurkan air ke wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
“Di awal kemarau ini kita optimalkan air yang ada. Kemudian kita cari sumber air terdekat untuk dilakukan pompanisasi maupun perpipaan, serta mengoptimalkan jaringan irigasi tersier,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pemerintah juga mendorong penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan. Salah satunya melalui pengembangan padi gogo yang dapat ditanam di lahan kering dan tidak membutuhkan banyak air.
“Di tahun lalu, pengembangan padi gogo mencapai sekitar 19 ribu hektare dan turut menyumbang produksi. Tahun ini juga akan kita lanjutkan dengan varietas yang tahan kekeringan,” ungkapnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap produksi pangan tetap terjaga meski di tengah ancaman El Nino. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci agar sektor pertanian tetap produktif dan mampu menghadapi perubahan iklim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....