BI Sulsel Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
- 28 Apr 2026 13:36 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai program UMKM dan Pesantren REWAKO tahun 2026 melalui kegiatan kick off yang digelar di Makassar, 27 April 2026. Program ini menjadi upaya berkelanjutan dalam mendorong penguatan sektor UMKM dan pesantren sebagai pilar pertumbuhan ekonomi daerah.
REWAKO merupakan singkatan dari Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable. Program ini dikembangkan secara end-to-end mencakup UMKM REWAKO umum, UMKM REWAKO Petani, UMKM REWAKO Ekspor, serta Pesantren REWAKO. Implementasinya tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga proses seleksi, kurasi, pendampingan, mentoring intensif, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
UMKM REWAKO telah berjalan sejak 2022 dan terus diperkuat setiap tahun. Pada 2026, Bank Indonesia Sulsel menghadirkan sejumlah inisiatif strategis, di antaranya sinergi dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri guna memperluas akses pasar ekspor. Selain itu, dilakukan peningkatan linkage UMKM dengan ritel modern agar produk lokal masuk rantai pasok pasar domestik yang lebih luas.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan program ini dirancang agar pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan menembus pasar yang lebih luas. “Kami ingin UMKM Sulawesi Selatan naik kelas, lebih tangguh, berdaya saing, serta mampu memanfaatkan peluang pasar domestik maupun internasional,” ujarnya.
Program ini juga diperluas ke sektor ekonomi syariah melalui Pesantren REWAKO untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren, memperkuat peran pesantren dalam mendukung ketahanan pangan nasional, serta memperkuat kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Tentunya sinergi dengan berbagai pihak akan terus kami perkuat agar UMKM dan pesantren menjadi lebih produktif, mandiri, dan mampu memberi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Rizki.
Tahun ini, masing-masing program UMKM REWAKO umum, petani, dan ekspor diikuti 75 peserta dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Secara kumulatif, jumlah UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia Sulsel sejak awal program mencapai 517 UMKM. Sementara itu, Pesantren REWAKO akan diikuti oleh 30 pesantren.
Bersamaan dengan kick off tersebut, KPwBI Sulsel juga memulai program Onboarding UMKM Go Digital 2026 yang diikuti 30 UMKM. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital demi efisiensi usaha, perluasan pasar, dan peningkatan daya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....