Daza Corp Sasar Kota Makassar Sebagai Pasar Produk Herbal
- 19 Apr 2026 15:27 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Berawal dari kesadaran masyarakat akan pentingnya Kesehatan pasca pandemic COVID-19 serta menjadi tren atau fomo di kalangan masyarakat khususnya anak muda, Novi R Rahayu selaku pemilik CV. Daza Corp menciptakan produk herbal. Produk herbal yang produksi berupa serbuk dan teh kering untuk memudahkan masyarakat mengkonsumsi rimpang-rimpangan.
"Awalnya saya sering menonton konten edukasi manfaat rimpang untuk tubuh dari dr. Zaidul Akbar saat pandemi 2020 lalu, ternyata Indonesia punya hasil bumi yang luar biasa untuk kesehatan," ujar Novi R. Rahayu saat hadir sebagai narasumber di Teras UMKM Pro 4 RRI Makassar, Sabtu, 18 April 2026.
Ia menceritakan, usahanya tersebut berawal dari pengalaman pribadi bersama suami saat rutin mengonsumsi seduhan jahe, kunyit, dan serai yang dikeringkan. Menurutnya, efek yang dirasakan sangat nyata, mulai dari peningkatan daya tahan tubuh hingga perbaikan metabolisme yang membantu menurunkan berat badan.
"Setelah rutin konsumsi, manfaatnya sangat bagus terutama buat kami yang berusia di atas 30 tahun yang mulai merasakan encok atau asam urat, efeknya luar biasa untuk tubuh," kata anggota IWAPI Makassar ini.
Diungkapkan, Kota Makassar memiliki potensi pasar cukup menguntungkan dikarenakan untuk produk herbal sangat kurang dibandingkan minuman modern saat ini. Karena itu, Novi memberanikan diri untuk memproduksi produknya secara massal sejak tahun lalu.
"Peluang produksi produk herbal ini sangat besar karena di Makassar sendiri masih jarang UMKM yang fokus memproduksi produk herbal seperti ini dalam skala yang serius," ungkapnya.
Ditanya alasan memilih memproduksi minuman herbal berbentuk serbuk dan teh kering ketimbang minuman herbal cair kemasan, Novi menjelaskan, jenis produk yang dibuat jauh dari penggunaan bahan pengawet secara berlebihan dan mudah di distribusikan ke luar daerah. "Konsep saya memang ingin masa kadaluwarsanya lebih panjang agar bisa dipasarkan ke luar Makassar, jadi dalam bentuk serbuk atau teh botanikal itu lebih praktis untuk dijual jauh," jelas Ibu tiga anak ini.
"Kami pastikan bahan baku yang dibeli memiliki dokumen lengkap (COA) untuk diajukan ke BPOM, kami harus memfilter pemasok dengan sebaik-baiknya demi menjaga kualitas," tambahnya.
Novi berharap produknya dapat mendukung pembangunan manusia melalui kesehatan. Ia juga yakin bahwa, rimpang Indonesia mampu bersaing di kancah internasional jika dikelola dengan sentuhan teknologi modern.
"Jika hasil bumi kita digandeng dengan modernisasi yang bagus, produk kita pasti bisa bersaing dan 'go international' seperti ginseng dari Korea atau matcha dari Jepang," tutup pemilik CV Daza Corp ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....