Pembangunan PSEL Gandeng Danantara untuk Investasi
- 05 Apr 2026 06:33 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makasssar – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, memiliki nilai investasi mencapai Rp 3 triliun. Proyek ini akan menggandeng Danantara sebagai mitra investasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq “Investasi ini seluruhnya sesuai dengan arahan Bapak Presiden, (Prabowo Subianto, red) ditangani oleh Danantara. Jadi semuanya, kenapa Danantara? Karena ada subsidi langsung pembelian listriknya yang cukup besar,” kata Menteri Hanif, saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu, 4 April 2026.
Ia menambahkan, untuk menjaga semuanya ini, maka dikembalikan ke Danantara untuk mengelola dan bukan hanya di sini saja secara nasional. “Untuk menjaganya (keuangannya, red) maka kembali ke Danantara yang Kelola, seluruh nasional, jadi tidak ada yang dikelola oleh swasta. Jadi semua dibawah kendali Danantara,” jelas Hanif.
PSEL sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang dibangun dengan mengubah sampah menjadi energi Listrik, dimana tujuannya mengatasi darurat sampah di Kota Makassar dan sekitarnya (Gowa, Maros) dengan menggunakan metode Waste-to-Energy yang akan berlokasi di TPA Antang.
Nantinya, kehadirnya PSEL diharapkan mampu mengelola total timbunan sampah hingga 2.000 ton per hari, dimana nantinya sampah tersebut bukan hanya dari Makassar saja , tapi juga Gowa dan Maros.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menjelaskan tentang investasi dari PSEL tersebut, yang nantinya diperkirakan akan mampu menghasilkan energi Listrik sekitar 20-25 MW, dimana nanti ini akan berkolaborasi antara pemenang tender dengan Danantara.
“Nilai investasinya kurang lebih 3 triliun yang akan tersupport oleh pemenang tender bersama dengan Danantara. Danantara masuk untuk konsumsi di biaya listrik sebesar kurang lebih 20 sen per KWH,” jelas Munafri Arifuddin.
Lebih jauh, Munafri Arifuddin menjelaskan untuk lahan akan dilakukan pembebasan lahan ,dan sudah menyiapkan sekitar 10 hektar yang akan pihaknya petakan menjadi 7 hekitare, dimana ini nantinya 20-25 persen sampah yang berada di TPA masih bisa dipakai sebagai baku untuk menambah kekurangan-kekurangan, apalagi ini dibangun dengan sistem algomerasi dengan daerah sekitarnya.
“Lebih bagus lagi karena ini dibangun dengan sistem algomerasi dengan daerah sekitar. Artinya, di kota Makassar ini dengan sampah yang tercatat kurang lebih 800 ton per hari, ini sebenarnya masih cukup untuk kami maksimalkan. Kenapa? Karena kapasitas angkut yang dibeli pemerintah kota Makassar itu cuma di angka 67 persen. Sehingga memang harus dimaksimalkan untuk menambah kemampuan untuk daya angkut ini,” terangnya
Selan itu, Munafrif Arifuddin menambahkansegala persyaratan teknis harus kita maksimalkan untuk bisa memastikan bahwa area yang ada di TPA Tamangapa ini menjadi area yang bersyarat untuk menjadikan lokasi pembangunan pembangkit listrik, energi listrik dari sampah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....