Lima Racun dan Penawarnya dalam Islam

  • 03 Mar 2026 07:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Islam sebagai agama yang menyeluruh mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk peringatan terhadap hal-hal yang dapat “meracuni” hati dan kehidupan. Hal itu disampaikan Ustaz Habib Umar, dai Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF), dalam tausiyah program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Selasa , 2 Maret 2026.

Dalam pemaparannya, ia mengutip pandangan ulama abad ke-10 Hijriah, Al-‘Allamah Imam Abdurrahim, yang dalam salah satu karyanya menjelaskan tentang lima perkara yang menjadi racun kehidupan dan lima penawarnya.

“Islam adalah agama yang komprehensif atau menyeluruh. Racun yang dimaksud adalah hal-hal yang bisa merusak dan meracuni kehidupan kita, baik dunia maupun akhirat,” ujar Habib Umar.

Ia menjelaskan, racun pertama adalah dunia. Namun bukan berarti dunia harus ditinggalkan sepenuhnya. Rasulullah SAW bersabda, “Dijadikan kecintaan kepadaku dari dunia kalian: perempuan dan wewangian, dan dijadikan penyejuk mataku dalam shalat.” (HR. An-Nasa’i).

Menurutnya, penawar dari racun dunia adalah sikap zuhud. “Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia dari tangan kita, tetapi dunia itu tidak tinggal di hati kita. Dunia boleh di genggaman, tapi jangan sampai menguasai hati,” tuturnya.

Racun kedua adalah harta, dengan penawarnya zakat dan sedekah. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 103: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.”

Racun ketiga adalah al-kalam atau perkataan. Lisan yang tidak terjaga dapat menjadi sumber dosa dan perpecahan. Penawarnya adalah dzikir kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selanjutnya, racun keempat adalah umur. Waktu yang terus berjalan dapat menjadi kerugian bila tidak dimanfaatkan untuk kebaikan. Dalam Surah Al-‘Ashr, Allah menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Adapun racun kelima adalah perjalanan waktu dalam setahun yang sering berlalu tanpa evaluasi diri. Penawarnya adalah bulan Ramadan.

Habib Umar menekankan, Ramadan bukan hanya penawar dari satu racun, melainkan penawar dari seluruh racun kehidupan. “Ramadan adalah momentum penyucian jiwa. Di dalamnya ada puasa yang melatih pengendalian diri, zakat dan sedekah yang membersihkan harta, dzikir dan tilawah yang menjaga lisan, serta ibadah yang mengisi umur dengan ketaatan. Karena itu, Ramadan adalah penawar dari segala racun,” ucapnya.

Ia mengajak umat Islam untuk memanfaatkan bulan suci ini secara optimal. “Jangan sampai Ramadan berlalu begitu saja. Jika kita ingin membersihkan dunia dari hati, menata harta, menjaga lisan, dan memperbaiki umur, maka manfaatkan Ramadan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan Ramadan akan terlihat dari perubahan sikap setelahnya. “Jika setelah Ramadan kita lebih mampu mengendalikan diri dan lebih taat kepada Allah, berarti penawarnya bekerja dalam diri kita,” ujar Ustaz Habib Umar menutup tausiyahnya pagi tadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....