Mahasiswa Sulap Poktan Surabaya Go Digital

  • 25 Feb 2026 19:45 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Dua mahasiswa lintas kampus turun langsung mendampingi kelompok tani agar naik kelas di era digital. Mereka membantu mengubah cara promosi hingga kemasan produk demi mendongkrak daya saing di pasaran.

Angelini Krisyandi Butar-butar dari UPN Veteran Jawa Timur bersama Fajar Nur Rusli Agan Prasetyo dari Universitas Wijayaputra Surabaya terlibat aktif mendampingi Poktan Pilang Makmur. Fokusnya tak main-main: memperkuat manajemen pemasaran, branding, hingga merancang sistem pengelolaan produk yang lebih berkelanjutan.

Pendampingan dilakukan dengan memanfaatkan media sosial sebagai etalase promosi, memperbarui desain kemasan agar lebih menarik, serta menyusun arah pengembangan produk ke depan. Langkah ini diambil agar produk kelompok tani tak hanya laku di lingkup lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar lebih luas.

“Kami mencoba mendampingi dari sisi manajemen pemasaran, mulai dari bagaimana produk ini dikenal masyarakat, pemanfaatan media sosial, sampai perubahan packaging agar lebih menarik dan punya nilai jual,” ujar Angelini dalam program Beranda Asta Cita RRI Surabaya, Selasa (25/2/2026).

Tak berhenti pada promosi, keduanya juga memikirkan pondasi jangka panjang. Fajar menyebut sistem pengelolaan perlu dibenahi agar usaha kelompok tani bisa berkembang secara konsisten.

“Tidak hanya soal promosi, kami juga merancang sistem ke depannya supaya pengelolaannya lebih tertata dan bisa berkembang secara berkelanjutan,” katanya.

Dalam prosesnya, sejumlah ide inovatif sempat digodok. Salah satunya mengolah lele menjadi steak lele. Namun, ide tersebut terkendala efisiensi bahan baku dan cita rasa.

“Dari satu kilogram lele, setelah difilet hasilnya hanya sekitar seperempat kilogram. Selain itu, rasa lele juga dirasa berkurang karena hanya menggunakan dagingnya saja tanpa kulit,” ujar Fajar.

Evaluasi pun dilakukan. Angelini menegaskan pihaknya tak ingin memaksakan satu konsep jika belum layak secara teknis maupun pasar. Diskusi terus digelar untuk mencari alternatif produk yang lebih realistis dan berpotensi menjadi unggulan..

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....