Pemerintah Tugaskan Satgas Pangan Jaga Stabilitas Harga Sembako

  • 19 Mar 2026 12:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menugaskan Satuan Tugas Pangan menjaga stabilitas harga sembako selama Nyepi dan Idulfitri 2026.
  • Fokus pengawasan pada komoditas strategis seperti daging sapi, telur, dan daging ayam.
  • Pemerintah menggelar Gerakan Pangan Murah untuk menjaga harga tetap terjangkau.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menugaskan Satgas Pangan menjaga stabilitas harga sembako selama Nyepi dan Idulfitri 2026. Satgas melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta Bareskrim Polri dalam pengawasan intensif.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan, pengawasan dilakukan agar tidak ada pihak memanfaatkan momentum hari raya. Pemerintah memastikan harga pangan tetap terkendali selama Ramadan hingga Idulfitri berlangsung.

"Kita memastikan tidak ada oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Apalagi di situasi Ramadan dan Idulfitri ini," ujarnya berdasarkan keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pengawasan difokuskan pada rantai distribusi pangan dari hulu hingga hilir secara menyeluruh. Satgas memantau sentra produksi daging hingga pedagang agar harga tetap sesuai ketentuan.

"Sehingga kita bisa telusuri mana kala ada harga di atas harga eceran tertinggi (HET). Maka, trace-nya ketahuan siapa yang menaikkan harga yang tidak sesuai aturan," ucapnya.

Ia menambahkan, pengawasan juga diterapkan pada komoditas telur dan daging ayam di berbagai daerah. Langkah ini memudahkan Satgas mengidentifikasi titik kenaikan harga yang tidak sesuai aturan.

"Sudah ada beberapa contoh di beberapa tempat dan di waktu-waktu lampau. Siapa yang melanggar akan ditindak tegas karena menyangkut hajat hidup orang banyak," katanya.

Ia menyebut, stabilitas harga pangan menjadi perhatian langsung Presiden RI Prabowo Subianto selama periode mudik. Pemerintah terus memonitor harga secara berkala untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Bapak Presiden secara dekat, secara berkala, dan secara intens memonitor. Pemerintah memastikan harga tetap terkendali selama periode hari besar," ujarnya.

Ia juga mengimbau, masyarakat aktif melaporkan jika menemukan harga sembako tidak sesuai ketentuan. Laporan dapat disampaikan melalui berbagai kanal termasuk media sosial untuk ditindaklanjuti.

"Mau diviralkan, boleh. Tapi tugas kita adalah menyelesaikan persoalan, mencari masalah, menemukan solusi," ucapnya.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy menambahkan, pemerintah menggelar Gerakan Pangan Murah secara rutin. Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga di pasar saat terjadi lonjakan.

"Sehingga masyarakat merasa terbantu. Ini penting untuk intervensi ketika ada harga yang melonjak tinggi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....