AI Bantu UMKM Tekan Biaya Promosi lewat Foto Sederhana
- 09 Sep 2026 22:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kecerdasan artifisial dapat memudahkan dan menekan biaya promosi UMKM secara signifikan.
- UMKM dapat menggunakan foto sederhana dan mengembangkannya melalui engine AI pada Ads Manager Meta tanpa perlu photoshoot mahal.
- Teknologi AI membuat materi promosi visual menjadi lebih terjangkau dan mudah diakses oleh usaha mikro dan kecil.
RRI.CO.ID, Jakarta - Founder UKMIndonesia.id Dewi Meisari Haryanti menyebut kecerdasan artifisial atau AI dapat memudahkan sekaligus menekan biaya promosi UMKM. Teknologi tersebut membuat akses terhadap materi promosi menjadi lebih terjangkau bagi usaha mikro dan kecil.
Dewi menjelaskan, UMKM dapat menggunakan foto sederhana untuk mengembangkan materi visual melalui engine AI pada Ads Manager Meta. Cara tersebut dapat mengurangi kebutuhan pembuatan photoshoot dengan biaya besar sebelum beriklan.
“Kalau dalam penerapan teknologi AI di sini, konteksnya adalah AI untuk memudahkan dan menekan biaya promosi. Contoh kalau misalnya perusahaan besar, misalnya dia sebelum beriklan bikin photoshoot mahal dulu, pakai ini dulu,” ujar Dewi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Dengan engine AI, pelaku UMKM cukup memiliki foto produk tampak depan untuk kemudian dimasukkan ke Ads Manager Meta. Menurut Dewi, teknologi tersebut dapat menghasilkan materi visual yang sebelumnya sulit dijangkau perusahaan berskala kecil.
“Sementara dengan engine-nya AI, Teman-teman cukup punya foto tampak depan gitu ya. Terus dimasukkan ke engine Ads Manager-nya yang ada di Meta,” kata Dewi.
Dewi menuturkan, penggunaan teknologi tersebut menjadi lebih terjangkau bagi pelaku usaha yang bersedia mempelajari cara pemakaiannya. Pengaturan iklan secara lebih spesifik juga membantu produk bertemu dengan calon buyer yang memiliki kecenderungan menyukai produk tersebut.
“Sekarang jadi affordable, syaratnya hanya mau belajar caranya, gitu ya. Dan juga engine AI-nya ini dengan kita men-setting iklan dengan lebih spesifik,” ucap Dewi.
Dewi menyebut teknologi tersebut menjadi salah satu bentuk akses yang lebih inklusif bagi usaha mikro dan kecil. Ia menjelaskan mayoritas peserta pelatihan yang dipilih berasal dari kelompok usaha mikro dan kecil.
“Jadi di sini kalau saya menyebutnya ya inilah teknologi yang inklusif gitu ya. Membuat sesuatu akses yang tadinya itu terlalu mahal untuk usaha mikro kecil lah,” ujar Dewi.
Menurut Dewi, sebagian besar peserta juga belum memiliki banyak pengalaman dalam beriklan maupun menembus pasar global. Hal tersebut menjadi alasan penyelenggara menggelar workshop bagi pelaku UMKM.
“Dan memang kebanyakan belum banyak pengalaman beriklannya, apalagi menembus pasar global. Nah, itulah kenapa kita bikin workshop ini,” kata Dewi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....