Kemenperin Perkuat Daya Saing IKM Fesyen dan Kriya lewat Inkubator Bisnis
- 16 Agt 2026 17:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perindustrian meluncurkan Program Creative Business Incubator untuk memberikan pendampingan bisnis berkelanjutan kepada pelaku IKM fesyen dan kriya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) fesyen dan kriya melalui program Creative Business Incubator (CBI). Program tersebut memberikan pendampingan bisnis secara berkesinambungan agar pelaku usaha mampu mengembangkan strategi bisnis dan memperluas pasar.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan persaingan pasar menuntut pelaku IKM tidak hanya menghasilkan produk berkualitas. Pelaku usaha juga perlu memahami karakter konsumen serta membangun identitas dan keunikan produk sebagai pembeda di pasar.
“Kami terus memantau dan memastikan agar para wirausaha muda dan IKM sektor fesyen dan kriya bisa lebih berani, produktif, dan naik kelas," ujarnya, Minggu 16 Agustus 2026. "Tentunya, dengan memiliki strategi bisnis yang tepat, terukur, dan terus dievaluasi."
Industri fesyen dan kriya nasional menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan sektor tersebut meningkat dari 2,43 persen pada 2024 menjadi 4,93 persen pada 2025.
Kinerja ekspor juga menunjukkan potensi sektor fesyen dan kriya di pasar global. Pada Januari-April 2026, ekspor industri kriya mencapai USD228 juta, fesyen pakaian jadi USD2,78 miliar, dan tekstil USD1,04 miliar.
Perkembangan pasar tersebut sekaligus menghadirkan tantangan berupa persaingan yang semakin ketat. Pelaku industri dituntut membangun diferensiasi produk melalui identitas dan nilai unik yang menjadi keunggulan kompetitif.
“Tantangannya adalah bagaimana desainer maupun pemilik usaha dan jenama mampu membangun identitas yang kuat, memahami konsumen. Serta menciptakan nilai unik yang menjadi keunggulan kompetitif di tengah persaingan pasar,” ujar Agus.
Program CBI yang dilaksanakan BPIFK menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekosistem dan rantai pasok lokal yang terintegrasi. Melalui program tersebut, pelaku IKM diharapkan dapat saling terhubung dan memiliki arah pengembangan bisnis yang semakin jelas.
Program CBI 2026 dibuka BPIFK pada Juli 2026 untuk mengembangkan wirausaha muda sektor industri kreatif, khususnya fesyen dan kriya. Program tersebut dirancang tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan bisnis yang terstruktur dan berkelanjutan.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita, menjelaskan CBI dilaksanakan melalui sejumlah tahapan pendampingan dengan melibatkan akademisi dan praktisi yang kompeten. Peserta mendapatkan materi, diskusi, penugasan mandiri, dan evaluasi melalui kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan wirausaha muda.
“Peserta akan mendapatkan kelas dengan kurikulum yang telah disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan wirausaha muda. Kami berharap program ini mampu mendukung IKM agar dapat naik kelas, memperluas pasar, serta mengembangkan bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sejak 2018, program coaching CBI telah melahirkan sejumlah wirausaha yang menunjukkan perkembangan bisnis secara signifikan. Para alumni mampu meningkatkan kapasitas produksi dan omzet, termasuk naik kelas dari skala usaha mikro menjadi usaha kecil maupun dari usaha kecil menjadi usaha menengah.
Salah satu alumni CBI 2024 asal Makassar, Rappo, berhasil memasuki rantai pasok industri yang lebih besar melalui kemitraan dengan Garuda Indonesia dan Borobudur Marathon. Rappo mengembangkan limbah plastik menjadi produk kreatif bernilai tambah.
Reni menilai keberhasilan para alumni menunjukkan bahwa pendampingan yang tepat dapat memberikan peluang lebih besar bagi pelaku IKM. Peluang tersebut mencakup peningkatan kapasitas usaha, pengembangan pasar, hingga kemitraan dengan industri yang lebih besar.
“Keberhasilan para alumni tersebut menunjukkan bahwa pendampingan yang tepat dapat membuka peluang yang jauh lebih besar bagi IKM. Baik dalam peningkatan kapasitas usaha, pengembangan pasar maupun membangun kemitraan dengan industri yang lebih besar,” kata Reni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....