Menko Airlangga Targetkan Kredit UMKM Tembus Rp2.000 Triliun
- 12 Agt 2026 10:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko Airlangga menaikkan target kredit UMKM menjadi Rp2.000 triliun, dari realisasi saat ini sekitar Rp1.500 triliun.
- Pembiayaan akan diperluas ke usaha menengah dengan plafon mulai Rp500 juta hingga Rp50 miliar atau lebih.
- Pemerintah menargetkan kredit perbankan tumbuh dua digit, namun tetap mengutamakan penguatan manajemen risiko.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menaikkan target penyaluran kredit bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi Rp2.000 triliun. Target tersebut diarahkan untuk memperkecil ketimpangan pembiayaan sekaligus mengisi ruang usaha menengah.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan target tersebut disesuaikan dengan kondisi pembiayaan UMKM saat ini. Ia menyebut, dari total kredit nasional sekitar Rp9.000 triliun, pembiayaan UMKM baru mencapai sekitar Rp1.500 triliun.
Secara ideal, pemerintah menargetkan porsi kredit UMKM mencapai 30 persen atau sekitar Rp3.000 triliun. Namun, pemerintah memilih target Rp2.000 triliun agar peningkatannya lebih realistis dan terukur.
"Peningkatan dari Rp1.500 triliun ke Rp3.000 triliun itu lompatannya 100 persen, karena itu, target kita sesuaikan menjadi Rp2.000 triliun. Ini yang saya sampaikan di summit, target naik ke Rp2.000 triliun," ujar Airlangga saat memberikan sambutan dalam ajang UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Airlangga mengatakan pencapaian target tersebut tidak hanya mengandalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Pemerintah juga akan mendorong pembiayaan komersial bagi pelaku usaha menengah dengan plafon mulai Rp500 juta hingga Rp50 miliar atau lebih.
Menurutnya, peningkatan pembiayaan tersebut menjadi tugas Menteri UMKM Maman Abdurrahman bersama OJK dan DPR. Upaya tersebut juga diperlukan untuk menjangkau pelaku UMKM yang belum memperoleh akses pembiayaan.
"Sekitar 10 juta pelaku usaha yang belum terjangkau inilah yang perlu didorong dengan pembiayaan berkisar Rp5 miliar hingga Rp500 miliar. Ini penting agar kelompok usaha di tengah yang selama ini kosong bisa naik kelas mendekati porsi capital market yang saat ini sudah menguasai sekitar Rp7.500 triliun," katanya.
Airlangga menyebut masih terdapat perbedaan data mengenai jumlah UMKM nasional. Data tersebut menunjukkan jumlah unit UMKM yang berfluktuasi dari sekitar 64 juta menjadi 54 juta unit.
Di sisi lain, Airlangga optimistis pertumbuhan kredit perbankan dapat mencapai dua digit seiring pelaksanaan berbagai program pemerintah. Beberapa program tersebut antara lain penguatan Koperasi Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Meski demikian, ia mengingatkan industri perbankan tetap perlu memperkuat mitigasi risiko. Pengelolaan risiko dinilai penting agar ekspansi pembiayaan tetap berjalan sehat dan berkelanjutan.
"Realisasi KUR sejauh ini sangat baik, tinggal kita jaga manajemen risikonya. Dengan berbagai program pemerintah yang berjalan, kita optimis penyaluran kredit tetap tumbuh kuat dan aman bagi industri perbankan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....