UMKM Bali Pure Tembus Pasar Global dengan Produk Aman dan Berkelanjutan

  • 09 Agt 2026 12:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Produk berbahan alami semakin menjadi pilihan utama masyarakat yang memperhatikan kesehatan dan kelestarian lingkungan, membuka peluang bisnis bagi UMKM.
  • Bali Pure mengembangkan lini produk alami mencakup minyak kelapa murni, minyak kemiri, spa oil, sabun natural, dan produk kecantikan dengan fokus pada kualitas dan pemberdayaan masyarakat lokal.
  • Model bisnis UMKM Bali Pure menunjukkan bagaimana perusahaan dapat bersinergi dengan kebutuhan pasar modern sambil mempertahankan nilai-nilai keberlanjutan dan pemberdayaan komunitas.

RRI.CO.ID, Jakarta – Produk berbahan alami semakin menjadi bagian dari pilihan masyarakat yang memperhatikan kesehatan dan lingkungan. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk melebarkan sayapnya dalam dunia bisnis.

Salah satunya adalah Bali Pure yang mengembangkan berbagai produk berbasis bahan alami dengan mengutamakan mutu dan pemberdayaan masyarakat. Produk UMKM tersebut mencakup minyak kelapa murni, minyak kemiri, spa oil, sabun natural, dan produk kecantikan lainnya.

“Waktu kami dirikan tahun 2015, produk pertamanya itu ‘Virgin Coconut Oil’ atau minyak VCO. Sampai saat ini, kami juga memproduksi minyak kemiri, minyak spa, sabun natural, dan lainnya,” kata Founder dan Direktur CV Bali Pure, I Ketut Sumayana, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menurut dia, usahanya dibangun setelah melihat kesulitan petani memasarkan kelapa, termasuk orang tuanya sendiri. Kondisi tersebut mendorong Sumayana mengolah kelapa menjadi produk bernilai tambah dengan Virgin Coconut Oil sebagai produk pertama Bali Pure.

Bali Pure kemudian mengembangkan berbagai produk ‘healthy care’, seperti minyak kemiri, spa oil, sabun natural, dan produk kecantikan. Dia menjelaskan keunggulan produknya terletak pada penggunaan bahan alami tanpa pengawet maupun bahan kimia sintetis.

Dalam menjalankan bisnis, Bali Pure bekerja sama langsung dengan petani untuk memberikan harga bahan baku yang dinilai layak. Perusahaan juga melibatkan 26 pekerja tetap serta ibu rumah tangga sekitar dalam kegiatan produksi dan pengolahan.

“Kami melibatkan ibu-ibu dan masyarakat sekitar, hingga pegawai tetap kami ada 26 orang. Kami juga bekerja sama langsung dengan para petani sehingga mereka mendapatkan harga yang layak,” ucapnya.

Menurut Sumaryana, sebagian proses produksi masih dilakukan manual, terutama pengupasan sabut dan pencongkelan bagian kelapa oleh masyarakat sekitar. Bantuan pemerintah pada 2021 kemudian memungkinkan Bali Pure menggunakan mesin parut, peras, dan pemisah santan minyak.

“Tahun 2021, pemerintah membantu kami membeli mesin parut, mesin peras, dan mesin pemisah santan dan minyak. Kalau untuk kupas sabut kelapa sampai pencongkelan masih manual, dikerjakan sama ibu-ibu sekitar,” katanya.

Sumayana mengatakan kapasitas produksi Bali Pure mencapai rata-rata lima ton setiap bulan untuk setiap produknya. VCO menjadi produk unggulan yang dipasarkan melalui lebih dari 180 reseller di Bali serta menjangkau pasar luar negeri.

Bali Pure juga telah mengekspor produknya ke Singapura, Polandia, Belanda, dan Amerika melalui jaringan pemasaran yang berkembang. Ia memastikan pengembangan tersebut berjalan bersama penerapan standar kualitas melalui SOP, kontrol produk, serta pencantuman kode batch.

Konsistensi menjaga kualitas membawa Bali Pure meraih Penghargaan Terbaik II Inovasi Produk Aman dan Berkelanjutan dari BPOM. Penghargaan tersebut diumumkan pada 29 Januari 2026 sebagai apresiasi terhadap inovasi produk aman, bermutu, dan ramah lingkungan.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Bali Pure, yang menunjukkan UMKM lokal dapat menghasilkan produk berkualitas. Pemerintah daerah akan terus mendorong dan mendukung pengembangan UMKM agar semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan,” kata Kepala Dinas DagperinkopUKM Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta, dikutip dari Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Jakarta, 8 Agustus 2026.

Menurutnya, dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng turut diberikan melalui pendampingan PLUT-KUMKM Buleleng serta pembinaan LOKA POM Buleleng. Capaian Bali Pure diharapkan menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya untuk mengembangkan produk kreatif, kompetitif, aman, dan berkelanjutan. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....