Opera Batak Jadi Etalase Produk UMKM Danau Toba

  • 14 Jul 2026 10:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat
  • Sinergi tersebut menjadi strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan
  • Opera Batak menjadi media pelestarian budaya sekaligus promosi kekayaan Nusantara kepada generasi muda

RRI.CO.ID, Tapanuli Utara - Pagelaran Opera dan Konser Musik "Tona Sian Huta: Dari Danau Toba untuk Dunia" menjadi etalase produk UMKM. Kegiatan tersebut memperkuat sinergi pengembangan pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM di kawasan Danau Toba.

Pagelaran digelar di Gedung Jetun Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Sabtu, 11 Juli 2026. Acara dibuka Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga.

Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana mengatakan, kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Menurutnya, pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat.

"Kementerian UMKM berkolaborasi menghadirkan kekayaan budaya Batak. Ini berpadu dengan semangat pemberdayaan ekonomi rakyat melalui pagelaran opera," kata Reghi dikutip dalam laman, ukm.go.id, Selasa, 14 Juli 2026.

Opera Batak menampilkan kisah asal mula Danau Toba hingga perjuangan Sisingamangaraja XII melawan penjajah. Pertunjukan juga mengangkat kiprah Nommensen serta dinamika kehidupan masyarakat Batak pada masa kini.

Selain pertunjukan seni, kegiatan menghadirkan eksibisi dan pasar kreatif bagi pelaku UMKM lokal. Produk ulos, kerajinan tangan, kuliner khas, dan komoditas unggulan daerah diperkenalkan kepada masyarakat serta wisatawan.

"Gagasan menghidupkan kembali pertunjukan Opera Batak merupakan hal yang luar biasa. Kolaborasi dengan pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM memperluas manfaat bagi masyarakat," ujar Reghi.

Reghi menegaskan sinergi tersebut menjadi strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Peningkatan kunjungan wisata diyakini membuka peluang pemasaran lebih besar bagi pelaku UMKM.

Ia menambahkan Opera Batak menjadi media pelestarian budaya sekaligus promosi kekayaan Nusantara kepada generasi muda. Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat daya tarik Danau Toba sebagai destinasi wisata budaya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai Opera Batak memiliki nilai budaya dan pesan moral kuat. Menurutnya, pagelaran tersebut menjadi momentum membangkitkan kembali Opera Batak setelah puluhan tahun.

"Opera Batak harus terus dilestarikan. Kami berharap pertunjukan tersebut dapat diselenggarakan rutin setiap tahun untuk mendukung pariwisata dan perekonomian masyarakat Danau Toba," kata Lamhot.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....