Kredit UMKM Tumbuh Jauh Lebih Lambat Dibanding Kredit Perbankan
- 13 Jul 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kredit UMKM hanya tumbuh 13 persen dalam periode Januari 2023 hingga April 2026, jauh di bawah pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 38,9 persen.
- Porsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan terus menurun, dari 20,9 persen menjadi sekitar 17 persen.
- Kementerian UMKM menilai kondisi tersebut perlu dorongan seluruh pemangku kepentingan agar akses pembiayaan UMKM meningkat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pertumbuhan kredit UMKM dinilai masih tertinggal dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan secara nasional. Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting.
Selama periode Januari 2023 hingga April 2026, kredit perbankan tumbuh sebesar 38,9 persen. Nilainya meningkat dari Rp6.383 triliun menjadi Rp8.865 triliun.
Sementara itu, kredit UMKM pada periode yang sama hanya tumbuh sekitar 13 persen. Nilainya naik dari Rp1.332 triliun menjadi Rp1.505 triliun.
Menurut Loto, perlambatan pertumbuhan kredit UMKM membuat porsinya terhadap total kredit perbankan terus menurun. Pada Januari 2023, porsi kredit UMKM masih mencapai 20,9 persen.
Namun, pada April 2026 angkanya turun menjadi sekitar 17 persen, sehingga kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius. “Meskipun kredit perbankan juga pertumbuhannya melambat, namun dibandingkan kredit UMKM relatif jauh lebih lambat,” ujar Loto, saat rapat bersama Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.
Karena itu, ia meminta dukungan pemangku kepentingan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Kementerian UMKM juga terus mendorong berbagai program pembiayaan agar pelaku usaha semakin mudah memperoleh akses modal.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan skema Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Kemudian, disediakan pula pendampingan pembiayaan hingga sinergi dengan berbagai lembaga keuangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....