PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ekosistem UMKM Kreatif, Lahirkan Pembatik Muda

  • 30 Jun 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PLN UID Jakarta Raya bersama Hub UMK Jakarta Raya dan Rumah Batik Palbatu sebagai mitra binaan menghadirkan Basecamp Milenial: Program Pembatik Muda.
  • Program Pembatik Muda ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha baru

RRI.CO.ID, Jakarta – PLN UID Jakarta Raya terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Bersama Hub UMK Jakarta Raya dan Rumah Batik Palbatu sebagai mitra binaan, PLN menghadirkan Basecamp Milenial: Program Pembatik Muda.

Sebuah program pelatihan yang bertujuan mencetak generasi muda terampil di bidang membatik sekaligus memperkuat ekosistem UMKM kreatif. Program berlangsung setiap Sabtu sepanjang Juni 2026 di Rumah Batik Palbatu, Tebet, Jakarta Selatan.

Program tersebut diikuti oleh 28 peserta yang terdiri atas mahasiswa, generasi muda, dan pelaku UMK pemula. Selama pelatihan, peserta tidak hanya mempelajari teknik membatik, tetapi juga menghasilkan karya batik berkualitas yang siap dipasarkan secara komersial.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus PLN. Program TJSL yang berorientasi pada keberlanjutan.

“PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program TJSL yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara Hub UMK Jakarta Raya dan Rumah Batik Palbatu, kami ingin membangun ekosistem ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah bagi Masyarakat,” ujar Andy.

“Program Pembatik Muda ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha baru. Sehingga, generasi muda dapat menjadi pelaku ekonomi kreatif yang mandiri sekaligus turut melestarikan warisan budaya batik Indonesia.”

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran menyeluruh. Mulai dari proses perancangan motif menggunakan teknik cap kertas kreatif, hingga pelorodan pada kain batik berukuran standar industri.

Pendekatan praktik yang diterapkan memungkinkan peserta memahami keseluruhan proses produksi sehingga menghasilkan produk yang memiliki kualitas dan nilai jual. Andy Adcha menambahkan bahwa pendampingan PLN tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi akan terus berlanjut hingga peserta mandiri.

“Ke depan, kami telah menyiapkan berbagai pendampingan lanjutan bagi peserta. Karya terbaik akan difasilitasi mengikuti pameran dan bazar UMKM bersama PLN UID Jakarta Raya,” ujar Andy.

“Dilanjutkan dengan monitoring perkembangan usaha secara berkala. Serta pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha dan membangun merek batik mereka sendiri,” kata Andy Adcha.

Salah satu peserta, Nabila dari Jakarta Selatan, mengaku pelatihan ini memberikan pengalaman baru. Pelatihan ini sekaligus memberinya keterampilan yang dapat langsung diterapkan.

“Senang banget karena kami benar-benar diajari dari nol cara membatik dengan teknik batik cap, mulai dari membuat pola, teknik pengecapan, sampai proses pewarnaan. Ilmu yang kami dapat sangat aplikatif dan bisa langsung digunakan untuk memproduksi batik sendiri,” ujar Nabila.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....