APWNU Perkuat Kemitraan Strategis di Harlah ke 2
- 18 Jun 2026 05:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- APWNU memperingati Harlah ke-2 dengan tema "2 Tahun Mengabdi, Sinergi untuk Negeri" di Jakarta
- APWNU menandatangani kerja sama dengan tujuh mitra strategis dari sektor investasi, energi, media, digital, dan pengembangan usaha
- APWNU meluncurkan empat program nasional baru, yakni Hajj TV, Perpustakaan Digital APWNU, buku Obah Mamah, dan NUSA Token
- Sekjen APWNU Joko Suprianto menegaskan penguatan kolaborasi untuk mendukung investasi, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat
- Asdep Kemitraan Kemenkop Leonardi Pratama menyebut koperasi dapat menjadi badan hukum yang legal untuk mengelola pertambangan rakyat
RRI.CO.ID, Jakarta – Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara (APWNU) memperkuat kemitraan strategis dan meluncurkan sejumlah program baru pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-2 organisasi tersebut. Langkah itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama bersama tujuh mitra strategis di Jakarta, Rabu 17 Juni 2026.
Mengusung tema "2 Tahun Mengabdi, Sinergi untuk Negeri", kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan APWNU selama dua tahun terakhir. Acara itu juga dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, investor, organisasi profesi, dan masyarakat.
Sekretaris Jenderal APWNU, Joko Suprianto mengatakan organisasi yang dipimpinnya terus membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut dilakukan untuk menghadirkan program yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional.
Menurutnya, memasuki tahun kedua APWNU mulai memperluas kemitraan dengan berbagai pihak. Organisasi itu juga mengembangkan sejumlah program yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan sektor pertambangan.
"Dua tahun perjalanan APWNU merupakan bukti bahwa kolaborasi dan gotong royong dapat melahirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui momentum Harlah ke-2 ini, kami ingin memperkuat sinergi untuk menghadirkan inovasi, investasi, pemberdayaan ekonomi umat, serta mendukung program pembangunan nasional," ucap Joko.
Dalam kesempatan tersebut, APWNU menandatangani nota kesepahaman dengan tujuh mitra strategis dari berbagai sektor usaha. Kerja sama tersebut mencakup bidang investasi, energi, media, transformasi digital, dan pengembangan usaha.
Ketujuh mitra yang menandatangani kerja sama tersebut yakni PT Vgreen Global Charging Station Investment Indonesia, PT Mekar Asta Nusantara, Green Research Investment, PT Titisan Batara Sakti, PT Media Sembilan Bintang Nusantara, PT Nusantara Loka Mandiri, dan H. Slamet. Penandatanganan kerja sama itu diharapkan memperkuat ekosistem investasi, energi hijau, transformasi digital, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain kerja sama strategis, APWNU juga meluncurkan empat program baru yang akan dijalankan secara nasional pada 2026. Program tersebut meliputi Hajj TV, Perpustakaan Digital APWNU, buku "Obah Mamah", dan NUSA Token.
Joko mengatakan peluncuran program tersebut menunjukkan komitmen APWNU dalam menjawab tantangan zaman melalui inovasi dan digitalisasi. Organisasi itu juga ingin memperkuat ekonomi berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Asisten Deputi Kemitraan Kedeputian Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Leonardi Pratama, menilai koperasi dapat menjadi wadah legal bagi aktivitas pertambangan rakyat. Menurutnya, badan hukum koperasi memberikan kepastian usaha sekaligus perlindungan bagi para penambang.
Leonardi menjelaskan Kementerian Koperasi telah menerbitkan Peraturan Menteri Koperasi Nomor 12 Tahun 2025 yang memberikan ruang bagi koperasi untuk mengelola usaha pertambangan mineral dan batu bara. Saat ini sejumlah koperasi di berbagai daerah juga tengah mengajukan perizinan usaha pertambangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan koperasi tidak hanya berfungsi sebagai pemegang izin usaha. Koperasi juga bertanggung jawab memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai aturan, termasuk memperhatikan aspek lingkungan dan tata kelola usaha yang baik.
"Kooperasi tidak hanya sebagai lembaga untuk izin, tapi juga mengelola petambang itu sesuai dengan peraturan. Sampai nanti hasilnya itu bisa benar-benar dinikmati oleh para anggota," katanya.
Peringatan Harlah ke-2 APWNU juga menjadi ajang penguatan kemitraan antara dunia usaha, investor, media, komunitas, dan masyarakat. Organisasi tersebut berharap kolaborasi yang terjalin dapat membuka peluang baru dalam pengembangan investasi, transformasi digital, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....