Jakarta Fair 2026 Perluas Pasar dan Peluang UMKM

  • 15 Jun 2026 12:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jakarta Fair memberi ruang bagi UMKM memperluas jaringan usaha dan meningkatkan kapasitas bisnis
  • Dukungan pemerintah diwujudkan melalui platform SAPA UMKM dan kemudahan sertifikasi produk
  • Arus pengunjung yang sangat besar merupakan peluang yang luar biasa bagi pengusaha UMKM

RRI.CO.ID, Jakarta – Jakarta Fair Kemayoran 2026 kembali menjadi panggung strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ajang tahunan tersebut membuka peluang lebih besar untuk memperluas pasar dan mengembangkan jaringan usaha.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman mengatakan Jakarta Fair memiliki peran penting bagi UMKM. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana efektif memperkenalkan produk kepada masyarakat dan calon mitra usaha.

Menteri Maman membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di JIExpo Kemayoran, Kamis, 11 Juni 2026. Ia hadir mewakili Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka pada pembukaan pameran tersebut.

Menurut Maman, Jakarta Fair merupakan tradisi tahunan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ajang tersebut mempertemukan pelaku usaha, konsumen, investor, dan masyarakat dalam satu ekosistem produktif.

"Saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengelola JIExpo, serta seluruh pihak yang berkontribusi. Ajang ini menjadi momentum penting bagi para pengusaha UMKM untuk memperkenalkan produk," ujar Maman dikutip dalam laman umkm.go.id, Senin, 15 Juni 2026.

Ia mengatakan Jakarta Fair memberi ruang bagi UMKM memperluas jaringan usaha dan meningkatkan kapasitas bisnis. Kesempatan tersebut dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan lebih kompetitif.

Jakarta Fair Kemayoran 2026 berlangsung mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di Kemayoran. Pameran tersebut menghadirkan sekitar 2.800 perusahaan dan 1.800 tenant dari berbagai sektor usaha.

Dari total peserta yang terlibat, sekitar 45 persen merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Kehadiran mereka memperkuat posisi Jakarta Fair sebagai etalase utama produk dalam negeri.

Sebagai pameran multiproduk dan hiburan terbesar di Asia Tenggara, Jakarta Fair memasuki penyelenggaraan ke-57. Ajang tersebut menjadi wadah promosi yang efektif bagi UMKM menjangkau pasar lebih luas.

Menteri Maman menilai tingginya jumlah pengunjung memberikan manfaat besar bagi pengembangan usaha UMKM. Selain menciptakan transaksi, kegiatan tersebut membuka peluang promosi dan kemitraan bisnis baru.

"Arus pengunjung yang sangat besar merupakan peluang yang luar biasa bagi pengusaha UMKM.

Hal tersebut memperluas kesempatan promosi dan membuka peluang kemitraan yang lebih luas," katanya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, nilai transaksi ditargetkan mencapai Rp8 triliun selama masa pameran. Jumlah pengunjung juga ditargetkan melampaui enam juta orang hingga penutupan kegiatan berlangsung.

Menteri Maman mengatakan pemerintah akan terus mendukung penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan dan daya saing UMKM nasional.

Dukungan pemerintah diwujudkan melalui platform SAPA UMKM dan kemudahan sertifikasi produk.

Pemerintah juga memperluas akses pembiayaan, kemitraan usaha, rantai pasok, dan akses pasar.

Selain itu, pemerintah menggalakkan gerakan bangga, beli, dan pakai produk dalam negeri.

Gerakan tersebut bertujuan meningkatkan daya saing produk nasional di tengah persaingan pasar.

"Pemerintah pusat akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik. Khususnya kepada pengusaha UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional," ujar Maman.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengharapkan, Jakarta Fair semakin diminati masyarakat dari berbagai daerah. Menurutnya, tingginya antusiasme pengunjung akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

"Mudah-mudahan Jakarta Fair Kemayoran 2026 semakin diminati masyarakat, baik dari Jakarta maupun daerah lainnya. Sehingga mampu mencetak transaksi hingga Rp8 triliun dan menarik lebih dari enam juta pengunjung," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....