Daya Beli Tertekan, Minat Kredit Rumah Mulai Mengalami Penurunan
- 06 Jun 2026 15:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pelemahan rupiah dan kenaikan suku bunga membuat minat masyarakat membeli rumah mulai menurun.
- Sektor properti terdampak karena kredit perbankan semakin selektif bagi pengembang dan pembeli.
- Kenaikan harga kedelai impor menekan keuntungan perajin tahu dan tempe, bahkan sebagian mulai merugi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai memengaruhi keputusan ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut terlihat pada sektor properti dan usaha pangan berbasis kedelai.
Pengamat Bisnis Properti Perumahan Jehansyah Siregar mengatakan sektor properti sangat bergantung pada kondisi ekonomi. Tekanan ekonomi membuat pasar perumahan lebih rentan mengalami perlambatan.
"Sektor properti langsung terdampak ketika ekonomi mengalami tekanan. Tidak harus menunggu krisis untuk merasakan dampaknya," kata Jehansyah dalam waancara bersama Pro 3 RRI, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurutnya, kenaikan suku bunga membuat kredit perbankan semakin selektif. Dampaknya dirasakan pengembang maupun calon pembeli rumah.
Ia menilai masyarakat kini lebih berhati-hati mengatur pengeluaran keluarga. Pembelian rumah tidak lagi menjadi prioritas utama saat kondisi ekonomi melemah.
"Pendapatan masyarakat tertekan dan harga barang meningkat. Akhirnya kemampuan mencicil rumah ikut berkurang," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Perajin Tempe dan Tahu Jawa Barat Muhammad Zamaludin mengatakan harga kedelai terus meningkat. Kenaikan tersebut membebani pelaku usaha tahu dan tempe.
Menurutnya, produksi masih berjalan normal meski keuntungan semakin menipis. Sebagian perajin bahkan mulai mengalami kerugian.
"Harga kedelai terus naik sejak sebelum Ramadan. Kenaikannya memang bertahap, tetapi berlangsung terus-menerus," kata Zamaludin.
Ia berharap pemerintah segera menjaga stabilitas harga kedelai impor. Kepastian harga dinilai penting bagi keberlangsungan usaha perajin. (Agnes Claudia Ohoira).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....