Daya Beli Melemah, Penjualan UMKM Fashion Menurun
- 09 Mei 2026 17:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Yuni Tugas Ambarwati menyebut kondisi ekonomi tidak stabil menjadi tantangan utama usaha saat ini
- Penurunan daya beli berdampak pada berkurangnya pengunjung serta melemahnya penjualan, termasuk di kanal digital
- UMKM dapat bertahan dengan menjaga kualitas produk serta melakukan inovasi agar tetap diminati pasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Pelaku UMKM mengaku tekanan ekonomi mulai memengaruhi penjualan produk fashion berbasis budaya. Penurunan daya beli dirasakan pada toko fisik maupun penjualan digital.
Pemilik Ting Celenik by YP dan Godhong Batik, Yuni Tugas Ambarwati mengatakan, kondisi usaha semakin menantang. Penurunan pengunjung mulai terlihat di sejumlah lokasi pemasaran produknya.
“Kalau untuk tantangan saat ini karena ekonomi tidak stabil. Dampaknya dirasakan hampir semua pelaku UMKM,” kata Yuni dalam dialog Pro3 RRI, Sabtu, 9 Mei 2026.
Ia mengatakan, penurunan pembelian juga terjadi di marketplace dan media sosial. Konsumen kini lebih selektif membeli produk nonkebutuhan pokok.
Meski begitu, Yuni tetap mempertahankan kualitas produk handmade sebagai identitas usahanya. Produk lokal dinilai memiliki karakter berbeda dibanding produksi massal.
“Semua produk dibuat handmade dan mengangkat karya UMKM lokal. Keunikan itu tetap menjadi daya tarik konsumen,” ujarnya.
Yuni menilai inovasi produk penting menjaga keberlangsungan usaha di tengah tekanan ekonomi. Pelaku UMKM juga diminta tetap konsisten menjaga kualitas produk.
Ia berharap kondisi ekonomi segera membaik dalam beberapa waktu mendatang. Peningkatan daya beli dinilai penting mendukung pertumbuhan UMKM lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....