Wamen Ekraf Dukung Biennale MARWAH, Pameran Seni Perempuan Angkat Isu Kesetaraan
- 12 Mar 2026 10:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar membahas rencana penyelenggaraan Biennale MARWAH. Acara ini merupakan pameran seni rupa yang berfokus pada karya perupa perempuan Indonesia.
Terkait hal ini, Irene mengapresiasi konsep pameran yang dihadirkan komunitas seni ARTPORA tersebut. “Arti ‘Marwah’ dalam Bahasa Indonesia seperti ada sentuhan spiritualisme-nya, ada sentuhan Indonesianya, ada sentuhan authenticity-nya,” ujarnya saat menerima audiensi ARTPORA di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2026.
Ia juga mengapresiasi nilai spiritual, identitas budaya, serta ekspresi personal para seniman. Menurutnya, pendekatan ini menjadi kekuatan untuk membangun narasi seni yang autentik.
Kurator pameran, Dolorosa Sinaga menjelaskan, MARWAH tidak hanya berbicara mengenai Perempuan. Pameran ini juga menyajikan nilai kemanusiaan secara lebih luas.
Dolorasa menyebut, sekitar 50 seniman perempuan akan terlibat dalam pameran bertema Reposisi. Ini menekankan upaya menempatkan kembali perspektif perempuan dalam ruang sosial dan kebudayaan.
“Pameran ini semacam pernyataan untuk tidak lagi menjadi pameran tahunan, tetapi berkembang menjadi Biennale MARWAH. Yakni biennale karya perempuan yang mungkin menjadi salah satu yang pertama di dunia,” kata Dolorasa.
Ia menambahkan, tema Reposisi berarti bagaimana perempuan di Indonesia tidak hanya melihat ke dalam pengalaman pribadi. Tetapi juga membuka horizon terhadap isu sosial dan politik.
Biennale MARWAH menghadirkan karya seniman perempuan Indonesia, menyoroti isu identitas, kesetaraan, dan keberanian dalam menyuarakan pengalaman hidup. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 21 Agustus hingga 4 September 2026 di Pos Bloc Jakarta.