Kemenperin Pacu Konsumsi Produk Lokal lewat Bazaar Lebaran 2026

  • 11 Mar 2026 12:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian memanfaatkan lonjakan belanja masyarakat menjelang Idulfitri untuk menggenjot kinerja industri pengolahan nasional. Pemerintah memfasilitasi pameran produk dalam negeri guna memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga melalui konsumsi domestik.

Plt. Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian M. Rum mengatakan pameran ini merupakan strategi promosi bagi produk manufaktur nasional. Ia menegaskan kegiatan tersebut menjadi cara pemerintah menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ekonomis.

“Penyelenggaraan Bazaar Lebaran merupakan agenda rutin untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Bazaar ini juga menjadi sarana promosi produk industri nasional, khususnya sektor agro dan barang konsumsi,” ujar Rum di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.

Sektor industri agro saat ini mendominasi sebesar 52,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto industri nonmigas. Industri ini juga menyerap 10 juta tenaga kerja dengan realisasi investasi mencapai Rp191,7 triliun.

Kinerja manufaktur nasional kini berada pada level ekspansi dengan angka Indeks Kepercayaan Industri sebesar 54,02. Angka tersebut mencerminkan optimisme pelaku usaha dalam meningkatkan produksi barang konsumsi secara masif di pasar.

Rum mengatakan pabrik makanan dan minuman telah menaikkan kapasitas produksi guna menghadapi lonjakan permintaan pasar. Ia menyebut tingkat penggunaan kapasitas mesin saat ini sudah menyentuh angka 70 hingga 80 persen.

“Industri makanan dan minuman dalam negeri telah meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri. Saat ini tingkat utilisasi industri makanan dan minuman berada pada kisaran 70–80 persen,” kata Rum.

Pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi komoditas unggulan seperti kakao dan kelapa di dalam negeri. Langkah strategis ini terbukti mampu meningkatkan nilai jual produk hingga ratusan kali lipat bagi pengusaha.

Sebanyak 80 perusahaan besar dan UMKM berpartisipasi dalam menyediakan pasokan barang kebutuhan Lebaran masyarakat. Kehadiran pelaku industri ini menjamin ketersediaan stok pangan olahan hingga perlengkapan rumah tangga tetap aman.

Rum menyatakan partisipasi luas pelaku usaha menunjukkan kesiapan sektor manufaktur dalam memenuhi permintaan domestik. Ia menyebut sinergi antara pemerintah dan dunia usaha sangat krusial dalam menjaga stabilitas harga barang.

“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri,” ucap Rum.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan pameran ini bertujuan memperkuat daya saing industri. Ia mengajak masyarakat untuk lebih aktif menggunakan produk buatan anak bangsa sebagai penggerak ekonomi.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dari asosiasi industri. Kami juga mengapresiasi perusahaan industri dan pemangku kepentingan yang telah mendukung kegiatan ini,” ujar Putu.

Kementerian Perindustrian menjamin kelancaran distribusi bahan baku melalui koordinasi lintas sektor dan optimalisasi neraca komoditas. Upaya tersebut dilakukan agar operasional pabrik tidak terhambat selama periode sibuk menjelang Hari Raya.

Pameran yang berlangsung pada 10-13 Maret 2026 di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta menghadirkan beragam produk mulai dari pangan hingga busana muslim. Masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan barang berkualitas tinggi hasil produksi industri dalam negeri.

Rekomendasi Berita