Sejalan dengan Asta Cita, Pertamina Buka PFpreneur UMKM Perempuan

  • 03 Mar 2026 13:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pertamina melalui Pertamina Foundation membuka program PFpreneur bagi UMKM perempuan 2026. Program pembinaan tahunan ini ditujukan bagi perempuan pelaku usaha untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan komunitas.

Pendaftaran program dibuka sejak 2 Maret hingga 29 Maret 2026 melalui pertaminafoundation.org. Program ini menyasar perempuan Warga Negara Indonesia berusia minimal 18 tahun dengan usaha aktif sekurangnya enam bulan.

Peserta program berasal dari sektor fashion, kerajinan, kuliner, dan agribisnis yang memenuhi persyaratan administrasi. Pendaftar wajib mengikuti seluruh tahapan seleksi dan pembinaan serta mendaftar secara berkelompok beranggotakan tiga hingga lima orang.

Vice President Corporate Social Responsibility dan Small Medium Enterprise Partnership Program Pertamina, Rudi Ariffianto, menjelaskan PFpreneur menjadi bagian ekosistem pembinaan UMKM. Ia menyatakan program ini menjadi tahap awal sebelum peserta mengikuti pembinaan lanjutan di UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator.

“PFpreneur ini adalah gerbang emas untuk menuju keluarga besar binaan Pertamina. Dimulai dari PFpreneur, para womenpreneur akan diberikan penguatan fondasi usaha, mulai dari mindset kewirausahaan, penguatan model bisnis dan brand produk, hingga keterampilan digital untuk pengelolaan keuangan dan pemasaran mereka. Ketika fondasinya sudah kuat, mereka akan melaju ke program pembinaan lanjutan, yakni UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator,” ujar Rudi, kepada RRI, Selasa 3 Maret 2026.

Sejak diinisiasi pada 2020, PFpreneur telah melatih 6.325 wirausaha perempuan di berbagai daerah Indonesia. Sebanyak 840 peserta di antaranya tercatat menjadi binaan aktif dalam program tersebut.

Pada pelaksanaan UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator 2025, tujuh binaan PFpreneur menjadi champion UMK Academy. Selain itu, enam binaan lainnya berhasil masuk sebagai finalis Top 10 Pertapreneur Aggregator tahun 2025.

Salah satu binaan PFpreneur berasal dari Papua dengan merek usaha Sasagu yang mengolah sagu. Usaha tersebut mengembangkan produk bebas gluten berbasis sagu melalui riset lebih dari empat tahun.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan PFpreneur dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM perempuan. Ia menegaskan program ini dilaksanakan melalui pelatihan terintegrasi, kurasi berjenjang, dan inkubasi bisnis berkelanjutan.

“Kehadiran program PFpreneur menjadi penting karena womenpreneur bukan hanya menjalankan usaha, tetapi juga menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Melalui pendekatan terstruktur, PFpreneur diharapkan mampu mencetak womenpreneur yang tidak hanya tangguh secara bisnis, tetapi juga adaptif terhadap transformasi digital dan siap bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Agus.

Program PFpreneur disebut sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita pemerintah terkait penguatan kewirausahaan nasional. Kebijakan tersebut menekankan peningkatan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan industri kreatif.

Rekomendasi Berita