Mendag Dorong ART RI-AS, Perkuat Kepastian dan Akses Pasar
- 07 Okt 2026 15:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong implementasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat untuk mengoptimalkan peluang perdagangan dan investasi bilateral.
- Pertemuan Menteri Budi dengan pelaku usaha AmCham Indonesia pada 6 Oktober 2026 membahas kebutuhan industri dan peningkatan layanan perdagangan antara kedua negara.
- ART merupakan instrumen penting untuk memperkuat hubungan ekonomi dan menciptakan peluang bisnis yang lebih besar bagi pelaku usaha Indonesia di pasar Amerika Serikat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong implementasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-Amerika Serikat (AS). ART menjadi salah satu cara Indonesia mengoptimalkan peluang perdagangan dan investasi dengan AS.
Budi menyampaikan hal tersebut saat bertemu pelaku usaha yang tergabung dalam American Chamber of Commerce (AmCham) Indonesia pada, Selasa, 6 Oktober 2026. Pertemuan tersebut juga membahas kebutuhan industri dan peningkatan layanan perdagangan.
Pemerintah Indonesia masih menunggu perkembangan terkait investigasi excess capacity. Budi juga terus berkomunikasi dengan perwakilan Pemerintah AS mengenai perkembangan tersebut.
“Perekonomian global saat ini menghadapi berbagai dinamika, tetapi Indonesia akan tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan. Sembari terus melakukan reformasi domestik, agar terjadi penguatan industri dan perluasan peluang kerja sama,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
Indonesia tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan global. Pemerintah juga terus melakukan reformasi domestik untuk memperkuat industri dan memperluas peluang kerja sama.
Kemendag memiliki tiga program prioritas untuk mendukung perekonomian nasional. Program tersebut mencakup Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Program Perluasan Pasar Ekspor, dan Program Dari Lokal untuk Global.
“Kemendag memiliki tiga program prioritas untuk mendukung perekonomian nasional, yakni memperkuat pasar domestik melalui Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri. Kemudian memperluas akses pasar lewat Program Perluasan Pasar Ekspor,” kata Budi.
Dalam pertemuan dengan AmCham Indonesia, Budi meminta masukan dunia usaha terkait kebutuhan industri. Pemerintah mendorong penggunaan produk dalam negeri apabila kebutuhan industri dapat dipenuhi dari dalam negeri.
“Kami meminta masukan dunia usaha agar pemerintah dapat mengetahui kebutuhan industri dengan lebih jelas. Kami dorong penggunaan produk dalam negeri apabila kebutuhan industri dapat dipenuhi dari dalam negeri,” kata Budi.
Budi juga menegaskan perlunya meningkatkan dan mempercepat pelayanan untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri. “Tidak terdapat permasalahan di sisi regulasi, hal yang diperlukan adalah komitmen untuk meningkatkan dan mempercepat pelayanan,” ucap Budi.
Pelaku usaha AS menyampaikan kekhawatiran bahwa persyaratan pemeriksaan halal berpotensi menambah biaya dan waktu pengiriman. Budi menyampaikan masukan tersebut akan ditampung dan disampaikan kepada pihak terkait.
Budi dan AmCham Indonesia juga membahas perkembangan ART. Pemerintah masih menunggu perkembangan terkait investigasi excess capacity dan terus berkomunikasi dengan perwakilan Pemerintah AS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....