Mendag Ajak Buyer AS Berburu Produk Indonesia di TEI 2026

  • 07 Okt 2026 14:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso mengundang pelaku usaha Amerika Serikat untuk menjadi buyer di Trade Expo Indonesia 2026.
  • Pameran dagang internasional berlangsung 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia.
  • TEI 2026 menjadi platform bagi pelaku usaha AS untuk menemukan produk unggulan Indonesia dan menjalin kerja sama bisnis bilateral.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku usaha Amerika Serikat (AS) menjadi buyer Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pameran tersebut berlangsung 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Budi menyebut TEI menjadi kesempatan bagi buyer AS untuk menemukan produk-produk unggulan Indonesia. Pelaku usaha AS juga dapat menjajaki berbagai peluang kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia melalui pameran tersebut.

“Kami mengundang para pelaku usaha AS untuk ikut pada TEI ke-41 mendatang. Dalam pameran tersebut, pelaku usaha AS dapat mengeksplorasi peluang bersama pelaku usaha Indonesia secara langsung,” kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Budi saat menjadi pembicara pada 14th Annual US-Indonesia Investment Summit di Jakarta. Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Johni Martha turut mendampingi Mendag Busan.

Budi mengatakan Indonesia berada dalam posisi strategis seiring meningkatnya peran Indo-Pasifik dalam ekonomi global. Posisi tersebut didukung pasar yang terus berkembang, tenaga kerja muda dan produktif, serta sumber daya yang melimpah.

“Peningkatan peran Indo-Pasifik dalam ekonomi global menempatkan Indonesia pada posisi strategis sebagai pasar utama serta hub strategis untuk produksi, investasi, dan ekspor. Semua kelebihan tersebut turut didukung oleh pasar yang terus berkembang, tenaga kerja muda dan produktif, serta sumber daya yang melimpah,” ujar Budi.

Indonesia tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan global. Terkait hubungan perdagangan dan investasi dengan AS, Budi mengatakan masih terdapat peluang signifikan bagi pelaku usaha kedua negara.

“Perekonomian global saat ini menghadapi berbagai dinamika, tetapi Indonesia akan tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan. Sembari terus melakukan reformasi domestik, agar terjadi penguatan industri dan perluasan peluang kerja sama,” ujar Budi.

Kemendag memiliki tiga program prioritas untuk mendukung perekonomian nasional. Program tersebut mencakup Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Program Perluasan Pasar Ekspor, dan Program Dari Lokal untuk Global.

“Kemendag memiliki tiga program prioritas untuk mendukung perekonomian nasional, yakni memperkuat pasar domestik melalui Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri. Kemudian memperluas akses pasar lewat Program Perluasan Pasar Ekspor,” kata Budi.

Setelah kegiatan tersebut, Budi bertemu dengan sejumlah pelaku usaha yang tergabung dalam American Chamber of Commerce (AmCham) Indonesia pada 6 Oktober 2026. Pertemuan tersebut membahas kebutuhan industri, layanan perdagangan, serta perkembangan hubungan dagang Indonesia dan AS.

“Kami meminta masukan dunia usaha agar pemerintah dapat mengetahui kebutuhan industri dengan lebih jelas. Kami dorong penggunaan produk dalam negeri apabila kebutuhan industri dapat dipenuhi dari dalam negeri,” kata Budi.

Pelaku usaha AS juga menyampaikan perhatian terhadap penerapan ketentuan pemeriksaan halal yang dinilai berpotensi menambah biaya dan waktu dalam proses pengiriman. Budi menyampaikan masukan tersebut akan ditampung dan disampaikan kepada pihak terkait.

Budi bersama AmCham Indonesia juga membicarakan perkembangan perjanjian dagang Indonesia dan AS dalam skema ART. Pemerintah RI masih menunggu perkembangan proses terkait investigasi excess capacity dan terus berkomunikasi dengan perwakilan Pemerintah AS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....