Ekspor Industri Pengolahan Januari-Agustus 2026 Capai Rp2.855,48 triliun
- 06 Okt 2026 15:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ekspor industri pengolahan Indonesia mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun) pada Januari-Agustus 2026, berkontribusi 82,40 persen dari total ekspor nasional.
- Kinerja ekspor industri pengolahan menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 7,87 persen secara kumulatif selama periode Januari-Agustus 2026.
- Menteri Perdagangan Budi Santoso mengidentifikasi hilirisasi industri sebagai penopang utama dan motor pertumbuhan ekspor nasional Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ekspor industri pengolahan mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun) sepanjang Januari-Agustus 2026. Nilai tersebut menyumbang sekitar 82,40 persen terhadap total ekspor Indonesia pada periode tersebut.
Kinerja ekspor industri pengolahan tumbuh 7,87 persen secara kumulatif selama Januari-Agustus 2026. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut hilirisasi industri menjadi penopang utama dan motor pertumbuhan ekspor nasional.
“Keberhasilan hilirisasi industri kini terbukti menjadi penopang utama dan motor pertumbuhan ekspor nasional. Dengan kontribusi yang mencapai 82,40 persen dari pangsa ekspor dan nilai ekspor yang menembus USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun) pada Januari-Agustus 2026,” ujar Budi di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Sejumlah komoditas industri pengolahan mencatat pertumbuhan ekspor tinggi sepanjang Januari-Agustus 2026. Aluminium dan barang daripadanya mencatat pertumbuhan sebesar 102,25 persen secara kumulatif.
Ekspor nikel dan barang daripadanya tumbuh 50,12 persen sepanjang Januari-Agustus 2026. Sementara itu, ekspor tembaga dan barang daripadanya meningkat 47,13 persen secara kumulatif.
Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia mencapai USD193,64 miliar (Rp3.465,29 triliun) sepanjang Januari-Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 4,74 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Ekspor nonmigas meningkat 5,48 persen menjadi USD185,63 miliar (Rp3.322,41 triliun). Sebaliknya, ekspor migas terkontraksi 9,98 persen menjadi USD8,01 miliar (Rp143,36 triliun).
Pada Agustus 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai USD26,61 miliar (Rp476,27 triliun). Angka tersebut meningkat 1,51 persen dibandingkan Juli 2026 dan tumbuh 6,72 persen dibandingkan Agustus 2025.
Ekspor nonmigas tumbuh 0,75 persen secara bulanan pada Agustus 2026. Sementara itu, ekspor migas meningkat 25,98 persen dibandingkan Juli 2026.
Budi menilai capaian ekspor Agustus membuktikan ketangguhan perdagangan luar negeri Indonesia. Ia menyebut produk ekspor Indonesia tetap kompetitif di tengah dinamika ekonomi global.
“Capaian ekspor Indonesia sebesar USD26,61 miliar (Rp476,27 triliun) pada Agustus 2026 membuktikan ketangguhan perdagangan luar negeri kita. Di tengah dinamika ekonomi global, produk-produk ekspor Indonesia tetap kompetitif dan mencatatkan tren pertumbuhan yang positif,” ujar Budi.
Dari sisi negara tujuan, Tiongkok menjadi pasar terbesar ekspor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026. Nilai ekspor nonmigas ke negara tersebut mencapai USD47,44 miliar (Rp849,08 triliun) atau 25,55 persen dari total ekspor nonmigas.
Amerika Serikat menjadi tujuan berikutnya dengan nilai USD22,41 miliar (Rp401,09 triliun) atau 12,07 persen. India menyusul dengan nilai USD12,77 miliar (Rp228,56 triliun) atau 6,88 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....