Geo Dipa Energi Sebut Potensi Panas Bumi Indonesia Baru Tergarap 11 Persen

  • 03 Okt 2026 06:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia memiliki potensi panas bumi yang mencapai 24 Giga Watt, setara 40 persen sumber panas bumi dunia
  • Potensi panas bumi yang dikembangkan baru 11 persen saja atau sekira 2,7 Giga Watt dari potensi 24 Giga Watt
  • Pembangkit listrik panas bumi bisa menghasilkan listrik yang stabil sepanjang tahun karena tidak dipengaruhi cuaca

RRI.CO.ID, Bogor - Indonesia memiliki potensi panas bumi yang mencapai 24 Giga Watt, setara 40 persen sumber panas bumi dunia. Tetapi pengembangannya sebagai energi terbarukan untuk pembangkit listrik masih belum maksimal.

"Potensi panas bumi yang dikembangkan baru 11 persen saja atau sekira 2,7 Giga Watt dari potensi 24 Giga Watt," kata Direktur Utama Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis menyampaikan dalam Media Briefing Kementerian Keuangan di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 2 Oktober 2026. Menurutnya, pengembangan panas bumi di Indonesia masih menghadapi banyak hambatan.

Menurut Yudistian, Indonesia termasuk negara yang baru mengembangkan sumber energi panas bumi. Utamanya setelah isu perubahan iklim menjadi perhatian dunia dan mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan untuk mengurangi emisi karbon.

Hambatan lainnya adalah pengembangan energi panas bumi membutuhkan biaya yang sangat mahal. "Biaya ngebor untuk satu sumur membutuhkan biaya antara 6-8 juta dolar AS, kalau nggak dapet uapnya kita deg-degan," ucap Yudistian.

Selain itu, waktu pemboran yang cukup lama. "Pemboran sedalam 2.000 meter saja, butuh waktu 45 hari," ujarnya lagi.

Di sisi lain, masih ada pemahaman masyarakat terhadap kegiatan pengembangan panas bumi. Ada anggapan pengembangannya akan merusak hutan dan lingkungan.

"Begitu pemerintah bilang panas bumi punya area konsesi sekian puluh ribu hektar. Bayangan masyarakat kita itu, wah sekian puluh ribu hektare itu akan dibabat hutan kita sehingga terjadi penentangan," ujar Yudistian.

Meski demikian, pemerintah terus berupaya mengembangkan panas bumi sebagai energi baru dan terbarukan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kata Yudistian sudah mengumumkan 14 lokasi eksplorasi panas bumi.

Lokasi-lokasi tersebut memiliki potensi panas bumi setara 732 Mega Watt. Untuk melakukan eksplorasi di 14 lokasi tersebut dibutuhkan tambahan investasi sekitar 400 juta dolar AS.

"Kita masih memiliki peluang investasi yang sangat besar di sektor geothermal," ucap Yudistian. Menurutnya, panas bumi memiliki banyak keunggulan sebagi salah satu sumber pembangkit listrik.

Pembangkit listrik panas bumi bisa menghasilkan listrik yang stabil sepanjang tahun karena tidak dipengaruhi cuaca. Berbeda dengan energi listrik tenaga air, misalnya, yang bisa terganggu jika musim kemarau.

PT Geo Dipa Energi, merupakan perusahaan yang berada di bawah special mission Vehicle (SMV) Kemenkeu. Saat ini mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Dieng, Jawa Tengah dan Patuha, Jawa Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....