Wakil PM Poulev: Bulgaria Jadi Gerbang Perusahaan Indonesia ke Pasar Uni Eropa
- 14 Sep 2026 23:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Perdana Menteri Bulgaria Alexander Poulev menawarkan Bulgaria sebagai gerbang bagi perusahaan Indonesia untuk memasuki pasar Uni Eropa.
- Hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria yang telah berlangsung 70 tahun dapat menjadi fondasi kuat untuk memperkuat kerjasama ekonomi bilateral.
- Posisi geografis Bulgaria di timur Uni Eropa memberikan keuntungan strategis sebagai pintu akses bagi ekspor produk Indonesia ke negara-negara Eropa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi Bulgaria Alexander Poulev menyebut Bulgaria dapat menjadi gerbang bagi perusahaan Indonesia menuju pasar Uni Eropa. Pernyataan itu disampaikan Poulev saat bertemu Menteri Perdagangan RI Budi Santoso di Jakarta.
Poulev menilai hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria yang telah berlangsung selama 70 tahun dapat menjadi fondasi bagi hubungan ekonomi yang lebih baik. Ia menyebut posisi Bulgaria sebagai negara di timur Uni Eropa dapat menjadi gerbang bagi perusahaan Indonesia untuk menembus pasar Uni Eropa.
“Kami ingin hubungan perdagangan dan investasi dengan Indonesia dapat makin kuat. Kami bisa menjadi gerbang bagi perusahaan Indonesia untuk menembus pasar Uni Eropa dengan populasi sebesar 450 juta jiwa,” ujar Wakil PM Poulev di Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Poulev turut menyampaikan dukungan terhadap rencana implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA). Ia juga menyatakan dukungan terhadap peningkatan kerja sama perdagangan, khususnya antara Bulgaria dan Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso meminta Wakil PM Poulev mendukung target implementasi I-EU CEPA pada awal 2027. Budi berharap kedua negara dapat segera merasakan manfaat dari perjanjian tersebut.
“Hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria telah berlangsung selama 70 tahun. Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi,” ujar Budi.
Bulgaria memiliki sektor-sektor unggulan yang berpotensi dikembangkan dalam kerja sama dengan Indonesia. Poulev menyebut pangan, teknologi satelit, dan logistik sebagai sektor yang dapat dikembangkan.
Selain itu, peluang kerja sama mencakup sektor pertanian dan komponen otomotif. Poulev juga menyampaikan potensi pengembangan perdagangan daging yang memerlukan pemenuhan persyaratan halal.
Poulev juga mengundang Indonesia menggerakkan kembali Joint Commission for Economic Cooperation (JEC) antara Indonesia dan Bulgaria pada semester pertama 2027. Menurutnya, JEC dapat mempercepat realisasi komitmen strategis kedua negara, khususnya di bidang perdagangan dan investasi.
Budi juga mengundang pelaku usaha Bulgaria berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pameran perdagangan internasional tersebut akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
“Kami mengundang pelaku usaha Bulgaria untuk datang ke TEI 2026. Buyer Bulgaria dapat menemukan produk-produk unggulan Indonesia dan menjajaki peluang bisnis yang muncul,” ujar Budi.
Pada 2025, Bulgaria menempati posisi ke-76 sebagai negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia dan posisi ke-67 sebagai negara asal impor nonmigas Indonesia. Total perdagangan Indonesia dan Bulgaria tercatat USD230,8 juta dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD64,2 juta.
Ekspor Indonesia ke Bulgaria mencapai USD147,4 juta, sedangkan impor dari Bulgaria sebesar USD83,1 juta. Produk ekspor utama Indonesia meliputi bijih nikel dan konsentratnya, aluminium tidak ditempa, produk besi atau baja bukan paduan, serta margarin.
Sementara itu, produk impor utama Indonesia dari Bulgaria meliputi gandum dan meslin, instrumen dan peralatan ilmu medis, bedah, perawatan gigi/kedokteran hewan, komoditas rempah. Produk lainnya mencakup senjata militer dan tembakau belum dipabrikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....