Mendag Minta Bulgaria Dukung Implementasi I-EU CEPA 2027
- 14 Sep 2026 22:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta Bulgaria mendukung target implementasi I-EU CEPA pada awal 2027 dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Bulgaria Alexander Poulev di Jakarta.
- Hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria telah terjalin selama 70 tahun dan perlu diperkuat melalui kerja sama perdagangan dan investasi.
- Perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa menjadi fokus peningkatan kemitraan bilateral kedua negara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso meminta Bulgaria mendukung target implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) pada awal 2027. Permintaan itu disampaikan Budi saat bertemu Wakil Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi Bulgaria Alexander Poulev di Jakarta.
Budi mengatakan hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria telah berlangsung selama 70 tahun. Menurutnya, hubungan tersebut perlu terus diperkuat melalui kerja sama perdagangan dan investasi.
“Hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria telah berlangsung selama 70 tahun. Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi,” ujar Budi di Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Budi menyebut Bulgaria menjadi gerbang potensial bagi produk Indonesia untuk menjangkau pasar Eropa Tenggara. Ia berharap implementasi I-EU CEPA pada awal 2027 dapat segera memberikan manfaat bagi kedua negara.
Budi juga mengundang pelaku usaha Bulgaria berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pameran perdagangan internasional itu dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
“Kami mengundang pelaku usaha Bulgaria untuk datang ke TEI 2026. Buyer Bulgaria dapat menemukan produk-produk unggulan Indonesia dan menjajaki peluang bisnis yang muncul,” ujar Budi.
Wakil PM Poulev menyambut baik penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Bulgaria. Ia menilai hubungan diplomatik yang telah terjalin lama dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara.
“Indonesia merupakan salah satu negara sahabat diplomatik tertua dari Bulgaria. Kami ingin hubungan perdagangan dan investasi dengan Indonesia dapat makin kuat,” ujar Wakil PM Poulev.
Poulev turut menyampaikan dukungan terhadap rencana implementasi I-EU CEPA dan peningkatan kerja sama perdagangan dengan Indonesia. Ia menyebut Bulgaria memiliki sektor-sektor unggulan seperti pangan, teknologi satelit, dan logistik.
Menurut Poulev, peluang kerja sama juga terbuka pada sektor pertanian, komponen otomotif, serta produk daging yang memerlukan pemenuhan persyaratan halal. Ia menilai masih terdapat banyak potensi yang dapat dikembangkan dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Bulgaria.
Poulev juga mengundang Indonesia untuk menggerakkan kembali Joint Commission for Economic Cooperation (JEC) antara Indonesia dan Bulgaria pada semester pertama 2027. Menurutnya, JEC dapat mempercepat realisasi komitmen strategis kedua negara, khususnya pada perdagangan dan investasi.
Pada 2025, Bulgaria menempati posisi ke-76 sebagai negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia dan posisi ke-67 sebagai negara asal impor nonmigas Indonesia. Total perdagangan Indonesia-Bulgaria tercatat USD230,8 juta dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD64,2 juta.
Ekspor Indonesia ke Bulgaria mencapai USD147,4 juta, sedangkan impor dari Bulgaria sebesar USD83,1 juta. Produk ekspor utama Indonesia meliputi bijih nikel dan konsentratnya, aluminium tidak ditempa, produk besi atau baja bukan paduan, serta margarin.
Sementara itu, produk utama yang diimpor Indonesia dari Bulgaria antara lain gandum dan meslin, instrumen medis, serta sejumlah komoditas rempah. Indonesia juga mengimpor senjata militer serta tembakau belum dipabrikasi dari Bulgaria.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....