BI Laporkan Penjualan Eceran per Agustus 2026 Terindikasi Melambat
- 10 Sep 2026 16:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Agustus 2026 secara tahunan diprakirakan tumbuh sebesar 0,5 persen.
RRI.CO.ID, Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Agustus 2026 secara tahunan diprakirakan tumbuh sebesar 0,5 persen. Namun secara bulanan, kinerja penjualan pada Agustus 2026 terkontraksi sebesar 0,1 persen.
Demikian disampaikan Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Kamis 10 September 2026 di Jakarta. Menurut dia, pertumbuhan penjualan eceran secara tahunan pada Agustus 2026 itu ditopang oleh dua kelompok.
“Pertama oleh penjualan kelompok suku cadang dan aksesori,” katanya, Berikutnya adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Sedangkan penurunan penjualan eceran secara bulanan pada Agustus 2026 dipengaruhi penurunan penjualan kelompok barang lainnya. Ini berlangsung di tengah pertumbuhan penjualan beberapa kelompok komoditas.
Di antaranya penjualan kelompok peralatan informasi dan komunikasi, serta kelompok bahan bakar kendaraan bermotor. Demikian pula dengan kelompok suku cadang dan aksesori yang juga menunjukkan pertumbuhan penjualan.
Pada Juli 2026, IPR tumbuh sebesar 1,1 persen secara tahunan. Ini berarti naik dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 3,0 persen.
Menurut Denny, kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan pertumbuhan penjualan secara tahunan pada kelompok tertentu. “Misalnya kelompok makanan, minuman dan tembakau, serta kelompok barang lainnya,” ucapnya.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Juli 2026 terkontraksi sebesar 0,1 persen. “Hal ini dipengaruhi normalisasi permintaan pascaperiode Hari Besar Keagamaan Nasional dan libur sekolah,” ujar Denny.
Dari sisi harga, tekanan inflasi Oktober 2026 dan Januari 2027 diprakirakan menurun. Ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada periode tersebut.
IEH Oktober 2026 dan Januari 2027 masing-masing tercatat sebesar 146,5 dan 166,0. Ini berarti lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang masing-masing tercatat sebesar 155,2 dan 168,1.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....