Juli 2026, Neraca Perdagangan Masih Surplus Ditopang Ekspor Nonmigas

  • 01 Sep 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perdagangan nonmigas masih menjadi penopang utama surplus neraca perdagangan Indonesia
  • Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, secara kumulatif dari Januari-Juli 2026, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD3,70 miliar.
  • Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan masih ditopang kinerja perdagangan nonmigas yang surplus sebesa USD22,45 miliar

RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan nonmigas masih menjadi penopang utama surplus neraca perdagangan Indonesia. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, secara kumulatif dari Januari-Juli 2026, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD3,70 miliar.

Secara bulanan, neraca perdagangan di bulan Juli juga surplus sebesar USD120 juta. Setelah sebelumnya, di bulan Juni 2026, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD140 juta.

“Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan masih ditopang kinerja perdagangan nonmigas yang surplus sebesa USD22,45 miliar. Sedangkan perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD18,75 miliar,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam keterangan pers di gedung BPS di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Komoditas yang memberikan kontribusi surplus pada neraca perdagangan sepanjang Januari-Juli 2026 adalah lemak dan minyak hewani/nabati. Kontribusi surplusnya terbesar mencapai USD20,96 miliar.

“Komoditas lainnya yang menyumbangkan surplus adalah bakar mineral, besi dan baja, nikel dan barang daripadanya serta alas kaki,” ucap Ateng. Sementara itu kinerja ekspor maupun impor sepanjang Januari-Juli 2026 mengalami peningkatan.

Nilai ekspor secara kumulatif tercatat sebesar USD167,03 miliar, naik 4,43 persen dibadingkan periode yang sama tahun 2026. Sedangkan nilai impor tercatat sebesar USD163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Komponen terbesar impor adalah impor bahan baku/penolong, dengan nilai impor mencapai USD116,70 miliar, naik 20,42 persen. Impor barang modal dan barang konsumsi juga naik, masing-masing 20 persen dan 16,03 persen.

Sepanjang Januari-Juli 2026, perdangan Indonesia membukukan surplus dengan negara AS, India dan Filipina. Sedangkan dengan Tiongkok, Singapura dan Australia, perdagangan Indonesia mengalami defisit paling besar.

Perdagangan Indonesia dengan AS membukukan surplus terbesar mencapai USD10,48 miliar. Sedangkan defisit terbesar perdagangan Indonesia dengan Tiongkok mencapai USD16,94 miliar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....