BPS Laporkan Inflasi Bulanan per Agustus 2026 Tembus 0,21 Persen
- 01 Sep 2026 12:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Inflasi bulanan per Agustus 2026 tercatat sebesar 0,21 persen, sehingga inflasi tahunan per Agustus 2026 mencapai 33,19 persen dan inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2026 sebesar 1,86 persen.
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulanan pada Agustus 2026 tercatat sebesar 0,21 persen. Selain itu, indeks harga konsumen (IHK) per Agustus 2026 mencapai 111,97 atau naik dibandingkan 111,73 pada bulan sebelumnya.
Demikian disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, Selasa, 1 September 2026, di Jakarta. “Inflasi tahunan pada Agustus 2026 mencapai 3,19 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2026 sebesar 1,86 persen,” katanya.
Kelompok pengeluaran yang memberikan kontribusi inflasi terbesar secara bulanan adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Inflasi kelompok ini mencapai 0,57 persen dengan andil inflasi sebesar 0,17 persen.
"Komoditas yang dominan mendorong inflasi terutama daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar dan beras,” ujar Ateng. “Kemudian kacang panjang, buncis, jagung manis, ketimun, semangka, sigaret kretek mesin, dan sigaret putih mesin.”
Sedangkan kelompok perawatan pribadi memberikan andil 0,03 persen, dengan tingkat inflasi sebesar 0,37 persen. “Capaian ini terutama didorong inflasi emas perhiasan sebesar 0,75 persen,” ucap Ateng menambahkan.
Sementara itu, kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,50 persen pada Agustus 2026. Komoditas yang dominan mendorong deflasi adalah tarif angkutan udara dan bensin.
Berdasarkan komponen inflasi, komponen inti dan harga bergejolak mengalami inflasi masing-masing 0,21 persen dan 0,88 persen. Sedangkan komponen harga diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,33 persen.
Pada Agustus 2026, sebanak 27 provinsi mengalami inflasi dan 11 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,81 persen, sedangkan deflasi terendah di Papua Pegunungan yaitu minus 1,27 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....