APBN 2027 Diarahkan sebagai Shock Absorber dan Pendorong Pertumbuhan
- 27 Agt 2026 12:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- APBN 2027 diarahkan sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
- APBN juga digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dan mendukung program prioritas pembangunan.
- RAPBN 2027 mengalokasikan belanja Rp4.097,2 triliun dan menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mengarahkan APBN 2027 sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan nasional. Demikian disampaikan Menteri Keuangan Purbaya, dalam Rapat Paripurna DPR RI, di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia mengatakan, APBN memiliki peran strategis di tengah ketidakpastian dan risiko global yang masih tinggi. Purbaya menjelaskan, APBN memiliki fungsi sebagai peredam guncangan atau shock absorber.
Tujuanna yakni untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional dan daya beli masyarakat. Selain itu, APBN berfungsi sebagai instrumen untuk mendorong perekonomian domestik dan mendukung agenda prioritas pembangunan.
Menurut Purbaya, APBN 2027 juga dirancang sebagai katalis pembangunan agar memberikan dampak nyata terhadap penurunan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap rupiah APBN harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pencapaian pembangunan nasional.
“APBN memiliki fungsi ganda, sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional dan daya beli masyarakat. Kedua sebagai instrumen kontrol siklikal untuk mendorong perekonomian domestik sekaligus mendukung agenda prioritas Pembangunan,” katanya.
RAPBN 2027 akan difokuskan untuk mendukung delapan klaster program kerja prioritas nasional dan satu program pendukung. Keseluruhan program tersebut mencakup 60 program kerja yang diarahkan untuk memperkuat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah mengalokasikan belanja negara dalam RAPBN 2027 sebesar Rp4.097,2 triliun. Sementara itu, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun.
Purbaya mengatakan keberpihakan kepada rakyat harus berjalan seiring dengan disiplin dan keberlanjutan fiskal. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 mencapai enam persen dengan tetap menjaga kesehatan APBN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....