DPR Nilai Pelaksanaan Haji 2026 Lebih Baik, Sejumlah Layanan Tetap Dievaluasi

  • 27 Agt 2026 11:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelaksanaan haji 2026 dinilai lebih baik, dengan penerbitan visa selesai lebih awal dan distribusi kartu nusuk mencapai 100 persen
  • DPR mendorong perbaikan layanan jemaah, termasuk distribusi makanan, transportasi ramah lansia dan disabilitas, serta penyediaan fasilitas medis
  • Penetapan BPIH diminta lebih cermat, dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global, fluktuasi harga avtur, dan pergerakan nilai tukar

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyebut pelaksanaan ibadah haji 2026 secara umum lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tim Pengawasan Haji DPR RI memberikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah serta seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, penerbitan visa jemaah berhasil diselesaikan jauh sebelum batas waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah. Distribusi kartu nusuk sebagai dokumen penting juga berhasil mencapai 100 persen di seluruh embarkasi keberangkatan haji.

Layanan fast track keimigrasian di seluruh embarkasi haji dinilai memberikan kemudahan dan kenyamanan nyata bagi jemaah. Tim pengawas (Timwas) turut mengapresiasi dedikasi, pelayanan, solidaritas, kedisiplinan, kerja tim, serta kesigapan petugas haji selama penyelenggaraan.

“Pelaksanaan layanan fast track keimigrasian di seluruh embarkasi haji yang terbukti memberikan kemudahan dan kenyamanan nyata bagi jemaah haji. Timwas DPR RI juga mengapresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan pelayanan, solidaritas para petugas ibadah haji tahun 2026,” ujar Cucun dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Kamis, 27 Agustus 2026.

Cucun menilai metode perekrutan dan pelatihan petugas perlu diperluas kepada petugas kloter dan petugas haji daerah. Tim pengawas merekomendasikan pemerintah menjaga batas maksimal empat jemaah dalam setiap kamar demi kesetaraan dan kenyamanan.

Pemerintah juga didorong memperbaiki ketepatan distribusi makanan siap saji dengan mitigasi ketat terhadap hambatan distribusi. Armada transportasi ramah lansia dan penyandang disabilitas perlu diprioritaskan secara menyeluruh untuk menjamin kenyamanan seluruh jemaah.

“Memperbaiki ketepatan waktu distribusi ketika menyampaikan logistik makanan siap saji dengan melakukan mitigasi ketat terhadap potensi hambatan distribusi di lapangan.

Yang ketiga memberikan prioritas armada transportasi yang ramah lansia dan penyandang disabilitas secara menyeluruh untuk menjamin kenyamanan seluruh jemaah,” kata Cucun.

Sarana medis berupa ambulans, kursi roda, dan pasokan obat-obatan juga diminta tersedia secara terukur dan proporsional. Fasilitas serta layanan di Armuzna didorong ditingkatkan minimal setara paket kelas C demi keselamatan dan kenyamanan jemaah.

Cucun juga meminta pelaksanaan istitha'ah kesehatan diperketat agar fasilitas kesehatan lebih tertib dan berhati-hati menerbitkan keterangan. Pertimbangan geopolitik global, harga avtur, dan nilai tukar membuat penentuan BPIH harus dilakukan secara hati-hati dan cermat.

“Selain itu pertimbangan terkait dinamika geopolitik global, fluktuasi harga avtur serta pergerakan nilai tukar. Maka timwas haji mengingatkan untuk penentuan BPIH, biaya penyelenggara ibadah haji harus hati-hati dan cermat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....