Kemendag Siapkan I-EU CEPA, 98 Persen Pos Tarif Diliberalisasi
- 21 Agt 2026 23:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perdagangan menyiapkan implementasi I-EU CEPA yang mencakup penyusunan dokumen ratifikasi dan penyelarasan regulasi domestik.
- Dialog Persiapan Implementasi I-EU CEPA diselenggarakan di Jakarta pada 21 Agustus 2026 dengan koordinasi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.
- Persiapan teknis pelaksanaan perjanjian melibatkan perwakilan berbagai kementerian, lembaga, dan duta besar negara-negara anggota Uni Eropa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perdagangan tengah menyiapkan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA). Persiapan tersebut mencakup penyusunan dokumen ratifikasi, penyelarasan regulasi domestik, serta kesiapan teknis pelaksanaan perjanjian.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan hal itu dalam Dialog Persiapan Implementasi I-EU CEPA di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. Dialog tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan dihadiri perwakilan kementerian, lembaga, serta duta besar negara-negara anggota Uni Eropa.
“Saat ini, kami bekerja lintas kementerian menyelesaikan penyusunan dokumen hukum serta berbagai aspek teknis dalam mempersiapkan implementasi I-EU CEPA. Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk mempersiapkan implementasi I-EU CEPA sebaik-baiknya agar perjanjian ini dapat kita manfaatkan secara optimal,” ujar Budi.
Dalam persiapan tersebut, Budi menekankan pentingnya komunikasi pemerintah dengan asosiasi dan pelaku usaha. Keterlibatan dunia usaha diperlukan agar peluang yang tersedia melalui I-EU CEPA dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami terus berkolaborasi dengan asosiasi serta mendorong komunikasi antara perusahaan Indonesia dan Uni Eropa. Hal ini akan menjadi sangat penting ketika perjanjian sudah diimplementasikan,” ujar Budi.
I-EU CEPA merupakan perjanjian perdagangan Indonesia yang paling modern dan komprehensif. Perjanjian tersebut membuka akses ke pasar Uni Eropa yang mencakup sekitar 450 juta konsumen dengan total PDB gabungan sekitar USD22 triliun.
Perundingan I-EU CEPA dimulai pada 2016 dan mencapai kesepakatan substansial pada September 2025. Kedua pihak saat ini menyelesaikan prosedur internal dengan target penandatanganan perjanjian pada kuartal IV 2026.
Setelah penandatanganan, perjanjian akan dilanjutkan dengan proses ratifikasi oleh parlemen masing-masing pihak. Setelah proses tersebut selesai, implementasi I-EU CEPA akan segera dimulai.
Dari sisi akses pasar, I-EU CEPA akan meliberalisasi sekitar 98 persen pos tarif kedua pihak. Liberalisasi tersebut mencakup sekitar 99,5 persen dari total nilai impor.
Sejumlah produk ekspor utama Indonesia akan memperoleh tarif nol persen sejak perjanjian mulai berlaku. Produk tersebut meliputi minyak sawit dan turunannya, tekstil, alas kaki, serta produk karet.
“Bagi Indonesia, tingkat komitmen tarif tersebut merupakan yang tertinggi yang pernah diberikan dalam suatu perjanjian perdagangan. Hal ini memberikan peluang yang lebih besar bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar Uni Eropa dengan tarif yang lebih kompetitif,” kata Budi.
I-EU CEPA tidak hanya menurunkan tarif untuk perdagangan barang, tetapi juga membuka akses pasar jasa. Perjanjian tersebut turut menciptakan iklim investasi yang menjanjikan bagi investor Uni Eropa di Indonesia dan meningkatkan efisiensi prosedur perdagangan.
“Cakupan I-EU CEPA juga meliputi digitalisasi, percepatan proses kepabeanan, kerja sama di bidang standar, hingga sanitari dan fitosanitari (SPS). Selain itu, terdapat kerja sama dan peningkatan kapasitas di berbagai sektor, termasuk memberikan kepastian yang lebih besar pada sejumlah isu baru,” ucap Budi.
Dalam implementasinya, masih terdapat sejumlah ketentuan regulasi yang perlu menjadi perhatian, baik di Uni Eropa maupun Indonesia. Beberapa di antaranya adalah European Union Deforestation Regulation (EUDR), Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM), hingga persyaratan sektor perikanan di pasar Uni Eropa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan I-EU CEPA ditandatangani pada Oktober 2026. Setelah ditandatangani, perjanjian tersebut akan segera diratifikasi oleh parlemen kedua pihak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....