Anggota DPR Sebut Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari Realistis
- 17 Agt 2026 17:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai target lifting minyak 610 ribu barel per hari dalam RAPBN 2027 realistis.
- Bambang optimistis target lifting gas 950 ribu barel setara minyak per hari dapat tercapai melalui produksi sumur gas baru.
- Pencapaian target lifting minyak dan gas membutuhkan optimalisasi lapangan lama serta pengembangan lapangan baru untuk memperkuat pasokan energi domestik.
RRI.CO.ID, Jakarta – Target lifting minyak 610 ribu barel per hari pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dinilai realistis. Demikian pula target lifting gas 950 ribu barel setara minyak per hari dapat terpenuhi.
Demikian disampaikan Ketua Komisi XII DPR, Bambang Patijaya, Senin 17 Agustus 2026 di Jakarta. Pernyataan tersebut menanggapi target lifting minyak dan gas bumi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada pidato penyampaian RAPBN 2027.
Menurut Bambang, capaian produksi sebelumnya menjadi salah satu dasar optimisme terhadap target lifting minyak 610 ribu barel per hari. “Indonesia mengalami rebound produksi pada 2025 hingga melampaui target yang ditetapkan dalam APBN,” ujarnya.
Meski begitu, Bambang mengakui peningkatan lifting minyak masih menghadapi tantangan berupa penurunan produksi secara alami di sejumlah lapangan. Namun, lanjut dia, pemerintah masih memiliki ruang untuk mengoptimalkan produksi melalui pengelolaan sumur-sumur rakyat.
Politisi Partai Golkar juga itu menilai target lifting 950 ribu barel gas setara minyak per hari juga dapat dicapai. Ini karena sejumlah lapangan gas baru mulai berproduksi dan menunjukkan perkembangan yang cukup positif.
“Kita sekarang ini mulai memproduksi beberapa sumur-sumur gas baru,” ujarnya. “Saya cukup optimis progresnya juga cukup baik dan bagus.”
Menurut Bambang, pencapaian target lifting minyak dan gas membutuhkan optimalisasi produksi dari lapangan yang sudah ada. Pengembangan lapangan baru juga diperlukan untuk mendukung pencapaian target tersebut.
Legislator berusia 49 tahun ini menegaskan optimalisasi produksi tersebut diperlukan untuk memperkuat pasokan energi dalam negeri. "Upaya itu juga penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi dari luar negeri," ujarnya.
Lifting adalah jumlah volume minyak dan gas bumi yang selesai diproduksi serta siap dijual dan diserahkan. Istilah ini menjadi acuan utama sektor hulu minyak dan gas bumi karena menentukan pendapatan negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....