Rosan Ungkap Danantara Temui 110 Calon Investor PFII dari Asia

  • 15 Agt 2026 13:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Danantara telah menemui 110 calon investor PFII dari Asia dan masih membidik investor dari Eropa serta Timur Tengah, khususnya Dubai.
  • PFII akan mulai dikembangkan di Jakarta, sementara lokasi di Bali tetap direncanakan dan mayoritas investor ditargetkan berasal dari family office.
  • DSI saat ini mengatur tiga komoditas strategis, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy, dengan pengawasan yang ditargetkan mencakup seluruh pelabuhan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Danantara Indonesia telah bertemu dengan 110 calon investor untuk mendukung pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Seluruh calon investor yang telah ditemui tersebut berasal dari kawasan Asia.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan penjajakan investasi masih akan diperluas ke kawasan lain. Investor dari Timur Tengah, khususnya Dubai, menjadi salah satu target yang dinilai memiliki potensi besar.

“Karena kemarin yang kita temui itu baru investor atau family office yang dari Asia dulu. Belum yang Eropa, belum yang dari Timur Tengah, yang ada memang yang sebenarnya potensi yang besar tuh yang banyak yang dari Dubai ini,” kata Rosan saat Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Rosan menjelaskan Dubai menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan PFII. Menurutnya, pemerintah memperoleh banyak masukan dari Pusat Finansial Dubai terkait pengembangan pusat finansial internasional Indonesia.

Untuk tahap awal, PFII akan berlokasi di Jakarta agar ekosistem pusat finansial tersebut dapat segera berjalan. Pengembangan PFII di Bali juga tetap direncanakan, tetapi membutuhkan waktu lebih panjang karena pembangunan infrastrukturnya.

“Karena Pak Presiden ingin ini semua langsung kerja, ada momentum-nya ya. Walaupun nanti yang rencana juga di Bali, karena di Bali kan untuk pembangunannya akan take time ya,” ujarnya.

Rosan mengatakan investor yang ditargetkan masuk ke PFII nantinya mayoritas berasal dari kelompok family office. Skema tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk investasi yang akan mendominasi ekosistem PFII.

Selain membahas PFII, Rosan menjelaskan perkembangan pengawasan komoditas oleh Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Saat ini, tiga komoditas yang telah masuk dalam pengaturan DSI adalah batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy.

“Nantinya pasti ada (komoditas lain). Ya kan sekarang ini baru tiga dulu, karena yang tiga itu adalah yang terutama yang paling besar,” kata Rosan.

Rosan menambahkan pengawasan DSI akan diperluas hingga mencakup seluruh pelabuhan di Indonesia. Perluasan tersebut dilakukan meski sejumlah komoditas utama saat ini masih terkonsentrasi di wilayah tertentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....