Menperin: MoLiNas Momentum Perkuat Kemandirian Industri Nasional

  • 13 Agt 2026 23:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Peluncuran MoLiNas menjadi momentum memperkuat kemandirian industri nasional melalui penguasaan teknologi dan peningkatan penggunaan komponen dalam negeri.
  • Kemenperin mencatat 69 perusahaan KBLBB roda dua dan roda tiga memiliki kapasitas produksi 2,511 juta unit per tahun.
  • Populasi kendaraan listrik Indonesia mencapai 468.231 unit hingga April 2026 dengan pertumbuhan CAGR lebih dari 150 persen selama 2020-2025.

RRI.CO.ID, Bekasi - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas) menjadi momentum memperkuat kemandirian industri nasional. Pengembangan MoLiNas diarahkan untuk meningkatkan penguasaan teknologi, memperdalam struktur industri, serta meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

Agus menyampaikan hal tersebut saat peluncuran MoLiNas oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Peluncuran berlangsung di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.

“MoLiNas harus kita jadikan sebagai momentum untuk membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang semakin kuat dari hulu sampai hilir. Indonesia harus menjadi basis produksi dan pengembangan teknologi kendaraan listrik yang memiliki daya saing global,” kata Agus.

Menurut Agus, pengembangan MoLiNas sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat kemandirian bangsa melalui penguasaan sains, teknologi, dan kemampuan industri. Sinergi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga riset, akademisi, serta sektor keuangan juga mencerminkan semangat Indonesia Incorporated.

Dalam peluncuran tersebut, Presiden Prabowo terlebih dahulu meninjau proses produksi motor listrik di fasilitas ALVA. Presiden kemudian meninjau stan ekosistem kendaraan listrik serta menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit.

“Hari ini adalah hari yang sangat penting. Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur,” ujar Presiden.

Kementerian Perindustrian mencatat terdapat 69 perusahaan industri KBLBB roda dua dan roda tiga. Perusahaan tersebut memiliki total kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun dengan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun.

Selain itu, terdapat 14 perusahaan kendaraan roda empat listrik dengan kapasitas produksi 409.860 unit per tahun. Indonesia juga memiliki 10 perusahaan kendaraan komersial listrik dengan kapasitas produksi 7.500 unit per tahun.

Berdasarkan data yang diolah Kemenperin, populasi kendaraan listrik Indonesia mencapai 468.231 unit hingga sekitar April 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 242.909 kendaraan listrik roda dua dan 223.100 kendaraan listrik roda empat penumpang.

Populasi KBLBB nasional mencatat pertumbuhan eksponensial dengan compound annual growth rate (CAGR) lebih dari 150 persen selama periode 2020-2025. Kendaraan roda dua dan roda empat menjadi penggerak utama pertumbuhan tersebut.

Kinerja pasar sepeda motor listrik juga menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Penjualannya meningkat dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023 dan mencapai 77.078 unit pada 2024.

Pada 2025, penjualan sepeda motor listrik tercatat sebanyak 55.059 unit. Program bantuan pembelian KBLBB roda dua pada 2023 dan 2024 melibatkan 22 industri serta 70 tipe atau model kendaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....