Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Gaya Hidup Aktif dan Sehat
- 03 Agt 2026 22:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) dan Cosmetic Day 2026 pada 3-6 Agustus 2026 di Jakarta sebagai upaya memperkuat ekosistem industri gaya hidup aktif dan sehat.
- Pameran mengusung tema 'Lokal, Aktif, Halal' dan menjadi wadah promosi, kolaborasi, dan apresiasi pelaku industri dalam memperkuat ekosistem industri gaya hidup nasional.
- Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menekankan komitmen kementerian untuk terus memperkuat dan mengembangkan industri pendukung gaya hidup aktif dan sehat di Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan Kementerian Perindustrian terus memperkuat ekosistem industri pendukung gaya hidup aktif dan sehat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) dan Cosmetic Day 2026.
Pameran berlangsung di Plaza Industri, Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, pada 3-6 Agustus 2026 mengusung tema "Lokal, Aktif, Halal". Menurut Faisol, kegiatan tersebut menjadi wadah promosi, kolaborasi, apresiasi pelaku industri sekaligus memperkuat ekosistem industri gaya hidup nasional.
ISAW merupakan agenda tahunan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) yang telah diselenggarakan sejak 2023. Sementara itu, Cosmetic Day telah berlangsung sejak 2019.
Lebih lanjut, Faisol menjelaskan penyelenggaraan kedua agenda tersebut mencerminkan semakin eratnya keterkaitan karakter pasar dan konsumennya. Ia mengatakan industri pakaian olahraga dan kosmetik sama-sama berkembang seiring meningkatnya gaya hidup masyarakat.
"Kedua industri ini memiliki basis konsumen yang kuat, terutama dari kelompok usia produktif. Yang adaptif terhadap perkembangan tren serta menjadikan olahraga dan penampilan sebagai bagian dari gaya hidup,” ujar Faisol pada pembukaan ISAW dan Cosmetic Day 2026 di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Faisol mengatakan tema "Lokal, Aktif, Halal" menjadi arah pengembangan industri nasional. Menurut dia, nilai tersebut mencerminkan semangat memperkuat produk, inovasi, jenama karya anak bangsa, mendorong masyarakat sehat dan produktif.
Ia menambahkan citra halal menjadi salah satu kekuatan produk Indonesia dalam menghadapi persaingan pasar global. Untuk itu, peningkatan kualitas produk, inovasi, serta pemenuhan berbagai standar, termasuk sertifikasi halal produk dipersyaratkan, perlu terus diperkuat.
"Citra halal menjadi salah satu kekuatan produk Indonesia. Dalam menghadapi persaingan pasar global yang semakin kompetitif," kata Faisol.
Faisol mengatakan peningkatan kualitas produk, inovasi, serta pemenuhan berbagai standar akan memperkuat daya saing industri nasional. Menurut dia, langkah tersebut membuka peluang lebih besar di pasar domestik maupun ekspor.
"Dengan demikian, semangat Lokal, Aktif, Halal tidak hanya memperkuat kepercayaan konsumen, tetapi juga meningkatkan daya saing produk Indonesia. Dalam memanfaatkan peluang pasar domestik maupun ekspor, khususnya pasar lebih dari dua miliar konsumen Muslim di Asia dan Afrika,” ucap Faisol.
Berdasarkan laporan Sportswear in Indonesia yang diterbitkan Euromonitor International pada Februari 2026, nilai pasar sportswear Indonesia sekitar Rp38,5 triliun pada 2025. Nilai tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp58,6 triliun pada 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR).
"Pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya peluang pasar sportswear Indonesia. Yang harus mampu dimanfaatkan oleh industri dalam negeri,” ujar Faisol.
Di sisi lain, data BPS menunjukkan nilai ekspor industri pakaian jadi meningkat dari USD7,08 miliar pada 2024 menjadi USD7,27 miliar pada 2025. Ekspor industri alat olahraga juga naik 12 persen, dari USD274,4 juta menjadi USD306,3 juta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....