Prakiraan Harga Emas Pekan Depan di tengah Memanasnya Konflik Geopolitik
- 02 Agt 2026 20:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Harga emas dunia sepekan ke depan diprakirakan masih berfluktuasi karena kondisi geopolitik yang dinamis
- Harga emas dunia sepekan ke depan diprakirakan akan bergerak di level support USD3.990 per troi ons. Sedangkan level resistansi di kisaran USD4.132 per troi ons
- Secara jangka pendek, level support logam mulia di harga Rp2,58 juta per gram. Sedangkan level resistansinya di harga Rp2,63 juta per gram
RRI.CO.ID, Jakarta - Harga emas dunia sepekan ke depan diprakirakan masih berfluktuasi karena kondisi geopolitik yang dinamis. Pergerakan harga emas dunia, akan berpengaruh pada harga logam mulia atau emas Antam yang menjadi acuan.
"Harga emas dunia sepekan ke depan diprakirakan akan bergerak di level support USD3.990 per troi ons. Sedangkan level resistansi di kisaran USD4.132 per troi ons," kata Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, Minggu, 2 Agustus 2026.
Sehingga harga logam mulia sepekan ke depan diprakirakan akan ditransaksikan di level support Rp2,41 juta per gram. Sedangkan level resistansi Rp2,72 juta per gram.
"Secara jangka pendek, level support logam mulia di harga Rp2,58 juta per gram. Sedangkan level resistansinya di harga Rp2,63 juta per gram," ujar Ibrahim.
Sepekan sebelumnya, harga logam mulia Antam juga bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menurun. Hari Sabtu, 1 Agustus 2026, harga logam mulia turun harga Rp20 ribu menjadi Rp2,60 juta per gram.
Selain kondisi geopolitik, Ibrahim menyebut faktor supply dan demand juga mempengaruhi harga emas. Di saat harga minyak naik, dan harga emas turun, bank-bank sentral dunia memanfaatkannya untuk melakukan diversifikasi investasi.
Bank-bank sentral, ujar Ibrahim, melakukan pembelian emas. World Gold Council (WGC) mencatat permintaan emas di semester I 2026 naik 2 persen sekitar 2.522 ton.
"Nilai transaksinya mencapai USD380 miliar," ucap Ibrahim. Sedangkan pada semester I 2025, permintaan emas hanya sekitar 1.269 ton.
Ibrahim memprakirakan, permintaan emas masih akan meningkat di semester II 2026. Seiring masih memanasnya situasi konflik di Timur Tengah maupun di Eropa karena konflik Rusia-Ukraina.
AS menyatakan akan melakukan serangan besar-besaran ke Iran. Bahkan sudah meminta tambahan anggaran perang ke Kongres AS sebesar USD95 miliar.
Memanasnya situasi di Timur Tengah, akan mendorong kembali kenaikan harga minyak mentah dunia. Ibrahim memprakirakan harga minyak Brent di kisaran USD95 hingga USD102 dolar per barel pada pekan depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....