Menkeo Airlangga: Pengembangan Data Center Peluang Investasi Baru di Indonesia

  • 01 Agt 2026 15:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, meningkatnya kebutuhan akan Data Center, menjadi peluang investasi baru di Indonesia
  • Seiring dengan perkembangan teknologi, kawasan industri juga perlu semakin adaptif terhadap transformasi digital yang bergerak cepat
  • Keberadaan kawasan industri sangat penting untuk memfasilitasi investasi yang masuk ke Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, meningkatnya kebutuhan akan Data Center, menjadi peluang investasi baru di Indonesia. Kawasan industri harus menangkap peluang itu, karena pengembangan data center membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.

"Peluang Indonesia pada sektor tersebut ke depan sangat besar sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal. Percepatan penguatan konektivitas kelistrikan dan penyediaan energi hijau harus dilakukan," kata Menko Airlangga dalam acara Rapat Kerja Nasional Himpujan Kawasan Industri (HKI) di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurutnya, percepatan harus dilakukan karena pengembangan Data Center membutuhkan ketersediaan lahan, energi terbarukan, air, serta konektivitas yang memadai.

"Seiring dengan perkembangan teknologi, kawasan industri juga perlu semakin adaptif terhadap transformasi digital yang bergerak cepat. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mendorong peningkatan kebutuhan terhadap data berkualitas dan infrastruktur digital, khususnya data center," ujar Menko Airlangga.

Pemerintah, tambahnya, telah mengantisipasi perkembangan tersebut, antara lain melalui inisiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). DEFA mencakup pengembangan ekosistem digital dan AI Yang diharapkan semakin memperkuat integrasi ekonomi digital di kawasan ASEAN.

Pada kesempatan itu, Airlangga juga mengatakan, Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang menarik. Hal itu, lanjutnya, dibuktikan dari hasil survei badan promosi perdagangan Jepang atau Japan External Trade Organization (JETRO).

"Hasil survei JETRO menunjukkan sekitar 70 persen perusahaan yang berinvestasi di Indonesia mencatatkan keuntungan. Keuntungannya bahkan menjadi yang tertinggi dibandingkan sejumlah negara lain," ujarnya.

Keberadaan kawasan industri sangat penting untuk memfasilitasi investasi yang masuk ke Indonesia. Saat ini ada 129 kawasan industri yang tersebar di seluruh Indonesia yang menyediakan total luas lahan sekitar 170 ribu hektar.

Di kawasan industri tersebut beroperasi sekitar 10.400 perusahaan manufaktur, yang menyerap 4,5 juta tenaga kerja. Pemerintah, lanjut Airlangga, terus mengembangkan kawasan industri yang didukung dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Pengembangan kawasan industri menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia. "Karena kawasan industri menjadi penggerak ekonomi bangsa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan," kata Menko Airlangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....