BPDP Sudah Salurkan Insentif Rp240 Triliun untuk Program Biodiesel
- 31 Jul 2026 23:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemenuhan kebutuhan bahan bakar nabati Biodiesel-sekarang sudah program B50-Itu sudah 240 triliun yang disalurkan
- Bun-Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah menyalurkan sebanyak 83,8 juta kiloliter minyak sawit untuk program biodiese
- Program Biodiesel, devisa negara hemat sebesar Rp722,9 triliun
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun-Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah menyalurkan sebanyak 83,8 juta kiloliter minyak sawit untuk program biodiesel. Penyaluran sebesar itu untuk kurun waktu 10 tahun dari tahun 2015- 2025, dan nilainya mencapai 240 triliun.
"Pemenuhan kebutuhan bahan bakar nabati Biodiesel-sekarang sudah program B50-Itu sudah 240 triliun yang disalurkan. Total penyaluran sebanyak 83,8 juta kiloliter," kata Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, dalam Media Briefing BPDP di Pangkalan Bun , dikutip Jumat, 31 Juli 2026.
BPDP memberikan dukungan pada program insentif biodiesel. "Dan dari program ini, negara menghemat devisa sebesar Rp722,9 triliun," ucap Zaid.
Menurut Zaid, program biodiesel terus dikembangkan. "Kalau sekarang sudah B50, hasil kajian selanjutnya mungkin akan ada B60, B70 yang kadar minyak nabati nya lebih tinggi," ujarnya
Menurut Zaid, dengan diterapkannya B50 saja saat ini sudah menghasilkan penghematan sebesar Rp179 triliun. "BPDP siap mendukung program biodiesel pemerintah," ucap Zaid.
Pemerintah secara resmi memberlakukan Biodiesel B50 pada 9 Juli 2026, di Karawang, Jawa Barat. Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto menyebut potensi penghematan devisa negara sebesar Rp170 triliun dengan penerapan B50.
BPDP menilai program B50 juga akan berdampak positif pada industri sawit nasional dan pada kesejahteraan pekebun sawit. Program B50 juga akan meningkatkan serapan minyak sawit domestik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....