Mentan: Siap Rugi, Siap Jadi Pengusaha Besar

  • 21 Jul 2026 23:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mentan Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda berani menghadapi risiko dan kerugian untuk menjadi pengusaha sukses
  • Kerugian dinilai sebagai proses pembelajaran yang membentuk karakter dan mental wirausaha
  • Amran menegaskan sektor pertanian memiliki potensi besar karena banyak konglomerat tumbuh dari bisnis berbasis pertanian
  • Pengusaha Tani Indonesia didorong menjadi wadah lahirnya wirausaha muda dan penggerak pertanian modern
  • Kementerian Pertanian siap mendukung PTI melalui pendampingan, teknologi, dan pengembangan kawasan percontohan

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda berani menghadapi risiko dan kegagalan jika ingin sukses menjadi pengusaha. Menurutnya, keberanian menanggung kerugian merupakan proses yang harus dilalui sebelum meraih keberhasilan.

Pesan itu disampaikan Amran saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Pengusaha Tani Indonesia (PTI) di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa 21 Juli 2026. Ia menilai karakter, disiplin, dan ketangguhan menjadi modal utama dalam membangun usaha, khususnya di sektor pertanian.

"Kalau mau menjadi pengusaha, yang Anda tunggu adalah rugi dulu. Minimal lima sampai sepuluh tahun. Begitu untung, hasilnya bisa berlipat. Siap rugi berarti siap jadi konglomerat," kata Amran.

Menurutnya, kerugian bukanlah akhir dari perjalanan usaha, melainkan proses pembelajaran yang membentuk karakter seorang wirausaha. Mereka yang takut mengalami kerugian dinilai akan sulit berkembang karena enggan mengambil peluang dan tantangan.

"Rugi itu adalah guru terbaik menuju sukses. Orang yang takut rugi tidak akan pernah menjadi pengusaha besar. Asal ada manusia takut rugi, tidak usah jadi pengusaha," ucapnya.

Amran juga menepis anggapan bahwa sektor pertanian kurang menarik bagi generasi muda. Ia menyebut banyak pengusaha besar di Indonesia justru membangun bisnis dari sektor berbasis pertanian, mulai dari pangan, perkebunan, hingga industri pengolahan hasil pertanian.

"Masalahnya bukan di sektor pertaniannya, tetapi pada mindset kita. Hampir 80 persen konglomerat Indonesia bergerak di sektor berbasis pertanian. Artinya, pertanian adalah sektor yang menjanjikan jika dikelola dengan kerja keras, inovasi, dan keberanian mengambil risiko," katanya.

Ia mendorong Pengusaha Tani Indonesia menjadi wadah lahirnya wirausaha muda yang mampu mengembangkan pertanian modern di berbagai daerah. Organisasi tersebut juga diharapkan menjadi motor penggerak pemberdayaan petani dan regenerasi pelaku usaha pertanian.

Amran mengajak anggota PTI memanfaatkan lahan produktif yang belum tergarap, mengembangkan kawasan percontohan berbasis teknologi, serta menciptakan peluang ekonomi di pedesaan.

"Bangunkan lahan tidur, hidupkan pemuda, hidupkan desa. Jadilah teladan. Kalau pertanian dikelola secara modern dan profesional, saya yakin akan lahir semakin banyak pengusaha besar dari sektor pertanian Indonesia," ucapnya.

Ia menambahkan Kementerian Pertanian siap berkolaborasi dengan PTI melalui pendampingan, pemanfaatan teknologi modern, serta pengembangan kawasan percontohan untuk mempercepat lahirnya wirausaha muda di sektor pertanian. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat regenerasi petani sekaligus meningkatkan daya saing pertanian menuju Indonesia Emas 2045.

Menutup arahannya, Amran menegaskan karakter menjadi modal terpenting bagi seorang pengusaha. Menurutnya, keberanian menghadapi kegagalan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah akan menentukan keberhasilan seseorang dalam membangun usaha.

"Kalau kehilangan uang, Anda tidak kehilangan apa-apa. Kalau kehilangan semangat, Anda kehilangan sesuatu. Tetapi kalau kehilangan karakter, Anda kehilangan segalanya. Karakter itulah yang akan membawa seseorang menjadi pemimpin dan pengusaha yang sukses," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....